Tanggapi KPK soal Kartu Prakerja, Anak Buah Menko Airlangga Bentuk Tim Teknis

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 320 2234455 tanggapi-kpk-soal-kartu-prakerja-anak-buah-menko-airlangga-bentuk-tim-teknis-LBjlVx2OAh.jpeg Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan, pihaknya membentuk tim teknis untuk memperbaiki tata kelola program pelatihan Kartu Pra kerja.

Diketahui, Program Kartu Pra Kerja gelombang empat diminta untuk dihentikan. Hal tersebut atas rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: KPK Turun Tangan, Begini Kronologi Penghentian Kartu Prakerja

“Kami sudah membentuk tim teknis yang diketuai Jamdatun. Wakil ketua, deputi ekonomi sesneg dan saya sendiri sebagai sekretaris,” kata Rudy dalam diskusi virtual, Senin (22/6/2020).

Dia menyebut dengan mengevaluasi Program Kartu Prakerja agar nantinya menghasilkan tata kelola yang baik, transparan dan akuntabel. Langkah ini dilakukan demi menjamin supaya program Kartu Prakerja benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang membutuhkan dan belum tersentuh oleh jenis program pengaman sosial lainnya.

Baca Juga: Diminta Dihentikan oleh KPK, Kelanjutan Kartu Pra Kerja Tergantung Menko Airlangga

“Komite juga sangat mengapresiasi masukan, saran dan kritik dari publik, individu, media, masyarakat sipil hingga institusi, kementerian, dan semua lembaga lainnya. Masukan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan Program Kartu Prakerja agar dapat diimplementasikan dengan semakin baik lagi,” ujarnya.

Rudy menambahkan, seiring dengan perkembangan situasi pandemi Covid-19 dan upaya percepatan penanganannya yang mulai memasuki fase “kenormalan baru”, maka evaluasi terhadap Program Kartu Prakerja dinilai sebuah keputusan yang tepat.

“Supaya pada saat pembukaan gelombang empat dibuka dapat lebih memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini