Ada Corona, Teten Masduki Ingin Dapur UMKM Tetap Ngebul

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235363 ada-corona-teten-masduki-ingin-dapur-umkm-tetap-ngebul-hubG5iBM0c.jpg Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)

JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang perlu mendapatkan bantuan karena sangat terdampak virus corona. Untuk itu, pemerintah menaruh fokus guna membantu UMKM supaya tetap mendapatkan pemasukan.

Menteri Koeprasi dan UKM Teten Masuduki mengatakan, pada saat pandemi ini, bagi pengusaha besar bisa menunda investasi. Namun untuk pelaku UMKM, kegiatan bisnis harus terus berjalan.

Baca Juga: Menkop: Kalau UMKM Tak Tertolong, Kemiskinan dan Pengangguran Bertambah

"Sederhana saja lah kalau usaha besar yang tabungan pribadinya banyak kalau dalam situasi krisis ini pasti mereka akan menunda investasi. Kalau UMKM kan enggak bisa menunda investasi, dapur harus terus ngebul, jadi ekonomi akan didiminalisir oleh UMKM karena keterkaitan dengan perut nasi orang per orang," ujarnya, dalam diskusi virtual, Selasa (23/6/2020).

Apalagi, lanjut Teten, jumlah UMKM di Indonesia cukup besar. Dari seluruh pengusaha yang ada di Indonesia, 99% merupakan pelaku UMKM, sedangkan sisannya perusahaan besar.

Baca Juga: Sabar, Ini Ujian Pelaku UMKM di Era New Normal

"Paling terdampak itu UMKM dan kita tahun pasti dampaknya akan besar karena 99% pelaku usaha di Indonesia itu UMKM. Hanya 1% yang usaha besar," ucapnya.

Teten menambahkan, UMKM juga memiliki peranan besar bagi perekonomian. Bahkan, pada krisis keuangan 1998, pelaku UMKM menjadi penyelamat dengan peningkatan ekspor hingga 35%.

"Berbeda memang pada tahun 1998 saat itu ketika terjadi krisis financial, justru UMKM menjadi pahlawan ekonomi nasional, bahkan ekspornya naik 35%," ucapnya.

Oleh karena itu lanjut Teten, para pelaku UMKM ini wajib dibantu agar bisa keluar dari kesulitan akibat pandemi virus corona. Sehingga angka kemiskinan dan pengangguran tidak bertambah.

"Kalau UMKM tidak tertolong maka angka kemiskinan, angka pengangguran akan semakin besar," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini