Ini Kondisi Rawa yang Bakal Disulap Jadi Lumbung Pangan Baru RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235541 ini-kondisi-rawa-yang-bakal-disulap-jadi-lumbung-pangan-baru-ri-MVLp2DCrxH.jpg Kementerian PUPR Bakal Rehabilitasi Lahan untuk Food Estate di Kalteng. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini akan menggelar rapat terbatas mengenai food estate atau lumbung pangan baru Indonesia yang akan dikembangkan di Kalimantan Tengah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu bagian yang akan mengembangkannya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menerangkan, Presiden Jokowi telah memutuskan lokasi food estate dari tiga tempat yang diajukan, seperti Merauke, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Dari ketiga lokasi tersebut, lokasi lumbung pangan baru dikembangkan di Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Proyek Food Estate, Wamen BUMN Tunjuk RNI Garap Sawah Baru di Kalteng

"Ini merupakan lahan potensial kawasan aluvial pada lahan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng. Di pinggir Sungai Barito itu ada lahan 105 ribu hektar (ha). Jadi di sana ada 165 ribu hektare," terang Basuki kepada Anggota Komisi V DPR, Rabu (24/6/2020).

Sebenarnya, kata Basuki, potensi wilayah ada di sana seluas 295.000 ha, namun untuk yang telah dicetak sawah dan sudah ada irigasinya seluas 165.000 ha. Dari total 165.000 yang sudah diolah seluas 85.500 ha.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Tak Ada Pemotongan Anggaran di Sektor Pertanian

Namun bila dilihat kondisi irigasi yang masih baik hanya 28.000 ha. Selain itu, sebagian sawah yang sudah dicetak sawah sekarang sudah ada menyemak kembali sehingga perlu peningkatan jaringan rigasi.

"Kami sudah ke sana bersama ahli tanah dan rawa, hasilnya sekarang 57.200 hanya 1,7-2,9 ton per hektare. Masalahnya irigasi karena air tidak mengalir, kemudian pupuk tidak efektif. Ketiga sering banjir karena daerah rawa dan tidak dipelihara," tuturnya.

Untuk itu, kata Basuki, karena ini akan dijadikan lumbungan pangan baru di Indoensia, Kementerian PUPR akan melakukan rehabilitasi lahan tersebut. Di mana dari fokus 165.000 ha, ada potensi ada 30 hektare yang akan di kembangkan.

"Jadi ini yang akan kita rehab nanti. Jadi nanti tidak perlu cetak sawah tinggal land clearing saja," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini