Share

Kena PHK, Begini Cara Cerdas Kelola Uang Pesangon

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 320 2236093 kena-phk-begini-cara-cerdas-kelola-uang-pesangon-T6yRo9NaCf.jpg Tips Mengelola Keuangan selama Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona membuat segala sesuatu menjadi tidak pasti. Bahkan bagi pekerja yang sudah lama pun, bisa terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan terkena dampak signigikan karena virus ini.

Untuk itu, saat ini setiap pegawai harus mempersiapkan perencanaan utamanya keuangan dengan matang. Sebab bila terkena PHK, perencanaan kehidupan pun seiring berubah.

Pekerja yang terkena PHK wajib mendapatkan uang pesangon dari tempat kerjanya. Aturan itu diatur di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Begini Trik Menghasilkan Uang di Tengah Pandemi

Uang pesangon inilah yang harus dikelola dengan tepat. Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M Andoko mengatakan, harus bijak dalam mengelola uang pesangon. Sebab, tak dipungkiri uang kaget seperti itu jumlah berkali lipat dari gaji bulanan yang biasa diterima.

"Jadi nanti ketika di-PHK harus mendata pengeluaran mana yang perlu dikurangi atau tidak," kata Andoko kepada Okezone, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga: Milenial Bisa Jadi Miliarder, Ikuti Cara Ini

Setelah mendata beberapa kebutuhan pokok, lanjut dia, seseorang mungkin bisa menivestasikan sejumlah uang pesangon yang diterima dengan cara berinvestasi. Salah satunya dengan membeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

"Sekarang pemerintah lagi menerbitkan yang namanya ORI. Itu dilock 3 tahun. Dia bisa mendapatkan return besar. Kalau enggak salah suku bunganya 6,4 persen," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Apabila masih ragu dengan berinvestasi di ORI, kata dia, mereka bisa memanfaatkan dengan menabungkan uangnya di deposito bank. Namun sayangnya kini suku bunga deposito sedang mengalami penurunan.

"Bisa ditempatkan ke beberapa instrumen yang dia bisa memberikan passive income. Contohnya: deposito. Misalnya dia dapat (uang pesangon) Rp 200 juta. Hanya sayangnya sekarang bunga deposito itu kecil hanya 5 persen," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini