Erick Thohir Bakal Bikin Pabrik Patungan Baterai Mobil Listrik di RI

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 25 Juni 2020 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 320 2236398 erick-thohir-bakal-bikin-pabrik-patungan-baterai-mobil-listrik-di-ri-LweFYowbqo.jpeg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membuat roadmap pengembangan industri electric vehicle (EV) battery di Indonesia. Pengembangan ini dalam rangka untuk merespons kebijakan mengenai mobil listrik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dalam roadmap tersebut, nantinya akan melibatkan beberapa perusahaan pelat merah. Seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Aneka Tambang (Persero), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan beberapa mitra dari perusahaan internasional.

Baca Juga: Dampak Virus Korona, Tesla Tutup Pabrik Barunya di Shanghai

"Bahan bahan EV battery ada semua di Indonesia. Dan ini kita membuka partnership mitra strategis dari internasional," ujarnya dalam Manager Forum bersama MNC Group secara virtual, Kamis (25/6/2020).

Menurut Erick Thohir, tujuan dari pembentukan perusahaan patungan ini adalah untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Seperti diketahui, pemerintah sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan kebijakan B30 untuk menekan impor minyak.

Selain itu, potensi pasar dari mobil listrik ini sangat besar. Mengingat selama ini belum ada pemain mobil listrik lokal yang ada di Indonesia sebab seluruhnya dari mulai mobil hingga baterainya masih impor dari luar negeri.

Baca Juga: Bangun Pabrik Mobil Listrik Malah Temukan Sisa Bom Perang Dunia II

"Ke depan kita mengurangi ketergantungan pada minyak mau tidak mau harus jadi prioritas. Kita bukan bikin mobilnya tapi kita pengen jadi pemain jangan diambil luar terus," kata Erick Thohir.

Erick Thohir menargetkan jika wacana ini baru rampung sepenuhnya pada 2028 mendatang. Sehingga dirinya berharap, siapapun Presiden baru pada 2024 diharapkan bisa melanjutkan proyek ini karena menurutnya sangat penting.

"2024 sudah setengah jadi. Tapi kita harapkan diteruskan 2028 jangan berhenti di tengah jalan. Ini proyek penting," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini