Share

Cara Pintar Kelola Keuangan agar Dompet Tak Jebol

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 27 Juni 2020 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 27 320 2237390 cara-pintar-kelola-keuangan-agar-dompet-tak-jebol-J7iXe5SJrD.jpg Trik Hemat (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Mengatur atau mengelola keuangan menjadi kunci agar dompet tidak jebol. Apalagi saat ini pusat perbelanjaan seperti mal dan juga tempat makan dan toko di jalanan sudah kembali di buka.

Ditambah lagi online shop atau toko online juga sering menggoda untuk membelanjakan uang anda. Ditambah lagi selalu ada promo diskon menarik oleh toko online yang bisa membuat semua yang melihatnya tergoda.

Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, ada beberapa metode dalam mengatur keuangan. Namun bagi dirinya, metode yang diterapkan bisa sedikit lebih fleksibel dalam pengalokasian anggaran.

Baca juga: Bicara Uang Suka Bikin Bertengkar, Berikut 5 Strategi Ajak Bicara Pasanganmu

Untuk kebutuhan sehari-hari, alokasi anggarannya adalah 55% dari penghasilan kita. Artinya jika penghasilan per bulannya adalah Rp4 juta, maka dana yang harusnya dialokasikan adalah sebesar Rp2,2 juta setiap bulannya.

Sedangkan bagi yang sudah menikah, penghasilan suami dan istri harus ditotalkan jika penghasilan suami Rp10 juta per bulan dan istri Rp5 juta per bulan, maka alokasi anggaran untuk kebutuhan sehari-harinya adalah Rp8,25 juta setiap bulan.

Alokasi anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari mulai kebutuhan makan, bayar cicilan sehari hari hingga uang jajan masuk ke dalamnya.

Baca juga: Uang Pesangon Disarankan Tak untuk Investasi Emas, Apa Alasannya?

"Idealnya sih 55% dari total penghasilan. Itu meliputi kebutuhan bayar cicilan sehari-hari misalnya kita punya cicilan ya. Uang sekolahnya anak masuk, uang jajan anak situ masuk ke situ semua," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (27/6/2020).

Andy menambahkan, untuk kebutuhan senang-senang atau lifestyle bisa dialokasikan anggaran sebesar 10% saja. Anggaran ini bisa digunakan untuk belanja ke mal, minum kopi di kafe hingga untuk nonton bioskop.

"Perkara itu mau dihabiskan sekali masuk ke mal atau berkali-kali ya terserah aja diatur saja. Budgeting seperti itu. Oh saya punya anggaran sekian, punya budgetnya sekian nih," jelasnya.

Artinya jika suami istri ditotal memiliki penghasilan Rp15 juta per bulan, maka alokasi lifestylenya hanya Rp1,5 juta saja. Sedangkan bagi yang masih lajang dan memiliki penghasilan Rp4 juta per bulan, maka alokasi anggarannya sebesar Rp400.000 saja.

Kemudian selanjutnya adalah untuk investasi sebesar 20%. Investasi bisa ditempatkan di deposito, reksa dana, saham ataupun membeli emas.

Lalu 10% lagi bisa digunakan untuk tabungan. Dan 5% sisanya digunakan untuk beramal baik itu berzakat, sedekah atau alokasi anggaran lainnya yang sifatnya untuk beramal

"Sementara kalau kita ke mal tujuannya untuk senang-senang perlu dialokasikan atau tidak perlu paling tidak cukup 10% saja dari kebutuhan kita. Jadi misalnya nih, penghasilan saya 5 juta berarti budget kita untuk me time ya sekitar 10% nya berarti sekitar Rp500.000," kata Andy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini