Pelonggaran Moneter, BI Guyur Likuiditas Rp614,8 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 15:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 20 2238201 pelonggaran-moneter-bi-guyur-likuiditas-rp614-8-triliun-FgNPfJgEHJ.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut telah menyalurkan Rp614,8 triliun sebagai langkah pelonggaran moneter. Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama Komisi XI DPR RI Jakarta hari ini.

Menurutnya saat ini bank sentral terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Jadi kami laporkan sudah melakukan quantitative easing (QE) Rp614,8 triliun. Dan langkah koordinasi ini bisa memulihkan ekonomi," ujar dia, Senin (29/6/2020).

Baca Juga: Jokowi Kesal Anggaran Kesehatan Baru Cair 1,53%, Sri Mulyani Menjawab 

Dia menjelaskan, injeksi likuiditas ini mendorong efektivitas stimulus dari pemerintah melalui insentif industri dan pemulihan ekonomi yang akan mendorong konsumsi masyarakat, produksi, lalu investasi dunia usaha baik bagi UMKM dan korporasi.

"Dan sampai hari ini kami melaporkan dengan mekanisme yang sudah disampaikan dengan ibu Menkeu, kupon SBN yang semula diperkirakan Rp67 triliun dengan mekanisme bisa turun jadi Rp 50 triliun," ungkap dia.

Baca Juga: Punya Harta Rp4.774 Triliun, Raja Minyak Ini Tak Pernah Masuk Daftar Miliarder Dunia

Tercatat QE pada periode Januari-April 2020 mencapai Rp415,8 triliun lewat pembelian SBN dari pasar sekunder sebesar Rp166,2 triliun, repo perbankan sebesar Rp 160 triliun, FX swap sebesar Rp36,6 triliun, dan penurunan GWM rupiah pada Januari dan April sebesar Rp 53 triliun. QE merupakan pelonggaran likuiditas di mana bank sentral salah satunya membeli surat berharga untuk meningkatkan jumlah uang beredar.

Selanjutnya QE pada periode Mei-Juni 2020 yang sebesar Rp199,0 triliun, berasal dari penurunan GWM rupiah pada Mei sebesar Rp102 triliun, repo perbankan dan FX swap sebesar Rp81,2 triliun, lalau tidak mewajibkan tambahan gito bagi yang tidak memenuhi RIM sebesar Rp15,8 triliun

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini