Baru Gajian Tapi Langsung Nyesek? Begini 7 Cara Mengelolanya

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 320 2238167 baru-gajian-tapi-langsung-nyesek-begini-7-cara-mengelolanya-8KvgzlHEu1.jpg Akuntan (Campuspress)

JAKARTA - Momentum gajian menjadikan kamu memiliki perasaan senang. Meskipun besarannya masih belum mencukupi kebutuhan, tapi setidaknya membuatmu bernapas lega sejenak.

Namun, di tengah kondisi perekonomian dunia yang mengalami krisis akibat virus Corona atau covid-19, bersyukurlah kamu bila masih mendapatkan gaji penuh. Maka dari itu, bijaklah dalam membelanjakan gaji kamu saat ini.

 Baca juga: Kejar Target Kerja Bikin Deg-degan? Mungkin Kamu Stres

Nah, biar gaji kamu bermanfaat dan tidak hilang begitu saja, maka salah satu cara adalah dengan membagi ke 7 pos keuangan. Hal ini agar dapat mengelola keuanganmu agar tidak nyesek sebelum gaji berikutnya.

Oleh sebab itu, mengutip instagram Pritaghozie, Jakarta, Senin (29/6/2020), berikut cara membagi budgetmu saat baru gajian:

 Baca juga: Begini Cara Dapatkan Uang dari Youtube dengan Mudah

1. Zakat dan Pengeluaran Sosial

Kamu harus selalu ingat ada kewajiban dalam setiap rezekit yang diterima. Salah satunya, zakat dan pengeluaran untuk sosial.

2. Tabungan untuk Dana Darurat

Konsistenlah menganggarkan untuk dana darurat dengan angka yang ideal. Kita yang sudah dewasa ini harus punya pengendalian diri atas uang kita sendiri.

3. Asuransi

Pembayaran premi asuransi harus diperhitungkan. Sekira 10% dari pemasukanmu diupayakan digunakan untuk pembelian premi asuransi jiwa dan kesehatan.

Ingat, asuransi itu bermanfaat untuk proteksi. Bukan untuk hal lainnya.

4. Pengeluaran untuk Biaya Hidup

Tentu saja ada alokasi untuk pengeluaran setiab bulan, termasuk cicilan. Usahakan pos ini maksimal 60% dari pemasukan.

 Baca juga: Bak Memilih Pacar, Identifikasi Dirimu Sebelum Menabung

Namun, pesan penting adalah, biaya hidup itu sebenarnya murah. Akan tetapi, biaya pamer membuatnya menjadi mahal.

5. Tabungan untuk Tujuan Keuangan

Tabungan untuk tujuan keuangan diperlukan karena kamu punya kebutuhan dan keinginan untuk diwujudkan. Contohnya seperti tabungan untuk liburan tahunan.

Hal tersebut agar saat travelling tidak menjadi tanggung. Jadi, bisa liburan sesuai budgetmu.

6. Investasi untuk Tujuan Keuangan

Beda dengan tabungan, kamu butuh investasi untuk tujuan masa depan atau jangka panjang. Satu pesan yang harus diperhatikan adalah sabarlah dalam berinvestasi.

Selalu ukur risiko yang dihadapi. Selain itu, potensi keuntungan buatlah yang wajar.

7. Gaya Hidup

Banyak orang mempunyai keinginan, kesenangan, dan berbagai hobi yang mungkin tidak dapat dipahami oleh orang lain. Tapi boroskah?

Hal ini tidak akan terjadi jika kamu alokasi anggaran lifestyle sudah ditetapkan sebelumnya. Maka dari itu, gunakan sebijak mungkin hal tersebut.

Maka dari itu, perhitungkan ketujuh pos-pos keuangan tersebut saat menggunakan gajimu. Bijaklah dalam menggunakannya agar bisa bertahan hingga gaji berikutnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini