Pemerintah Bayar Utang Rp5,7 Triliun ke Pupuk Indonesia, Duh Masih Sisa Rp11,4 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 20:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 320 2238432 pemerintah-bayar-utang-rp5-7-triliun-ke-pupuk-indonesia-duh-masih-sisa-rp11-4-triliun-VYGO10KBsf.jpg pupuk (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan membayar utang kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar Rp5,7 triliun pada tahun ini. Meskipun utang pemerintah kepada Perseroan mencapai Rp17,1 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, pada tahun ini pemerintah akan mencicil pembayaran utang subsidi pupuk. Artinya, pemerintah masih memiliki utang sebesar Rp11,4 triliun kepada PT Pupuk Indonesia tersebut.

 Baca juga: Produksi Pupuk Indonesia Naik 14,1% Pupuk Kuartal I-2020

“Berdasarkan keputusan pemerintah, pembayaran utang subsidi akan dibayarkan pemerintah pada 2020, hanya baru Rp 5,7 triliun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, Senin (29/6/2020).

Aas juga meminta agar sisa utang bisa dibayarkan segera. Sebab perseroan sangat membutuhkan uang untuk menyeimbangkan neraca keuanganya.

 Baca juga: Produksi Pupuk Indonesia Tembus 2,6 Juta Ton pada Kuartal I-2019

“Jadi dari Rp 17,1 triliun ini baru akan dibayar Rp 5,7 triliun, dan ini pun belum dibayar. Harapan kami bisa (dibayar) Rp 17,1 triliun karena bunga kami sangat tinggi,” jelasnya.

Saat ini saja, lamanya pelunasan utang pemerintah, PT Pupuk harus meminjam modal kerja ke perbankan demi keberlangsungan perusahaan. Meskipun disadari jika utang tersebut akan menaikan beban bunga perusahaan.

“Nah kebutuhan pendanaan akibat belum dibayarkannya piutang subsidi tersebut sebagian besar ini ditutup oleh rekan kerja dari perbankan. Jadi karena uang ini tertahan di pemerintah untuk tagihan ini, agar perusahaan bisa berjalan kami pinjam dulu dalam bentuk modal kerja,” jelas Aas.

Sebab menurut Aas, dengan utang tersebut pihaknya harus menutupi modal kerja dengan pinjaman perbankan dengan bunga yang tinggi. Dalam 1 tahun, pihaknya harus membayar bunga hingga Rp 1,7 triliun.

“Dari Rp 17 triliun, 10% saja Rp 1,7 triliun dalam 1 tahun itu. Yang pada akhirnya ini akan meningkatkan juga subsidi pupuk. Ini akan menjadi biaya lagi, menambah biaya,” kata Aas.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini