Gubernur Anies Hapus Kebijakan Kios Ganjil-Genap di Pasar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 16:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 320 2239550 gubernur-anies-hapus-kebijakan-kios-ganjil-genap-di-pasar-6QBfchIbLP.jpg Anies Baswedan (Okezone)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hingga 16 Juli 2020 mendatang atau dua minggu ke depan. Ia memutuskan untuk menghapus kebijakan kios ganjil-genap di pasar tradisional.

“Kios ganjil-genap di pasar akan ditiadakan,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020).

 Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Anies Pantau Pergerakan Pasar dan KRL

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan menghapus pembatasan jam operasional pasar tradisional, yang semula dibuka dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Hal itu untuk menghindari penumpukan orang di dalam pasar.

“Jam operasi akan dikembalikan normal,” kata dia.

 Baca juga: Jangan Abaikan Protokol Kesehatan meski Cari Uang

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan kapasitas di dalam pasar tradisional hanya 50 persen. Saat ini, jumlah pasar yang tersebar di wilayah Ibu Kota ada sekira 303 pasar.

“Jadi ada 300-an pasar. Nanti akan dilakukan pengawasan ketat,” katanya.

Baca juga: Mendag Beberkan Cara Agar Perdagangan Bisa Berjalan Baik

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Adapun perpanjangan tersebut selama 14 hari.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam 14 hari tersebut ada dua area yang harus ditingkatkan pengawasannya. Pertama adalah pasar, kedua adalah transportasi.

"Ada dua area utama yang sering menjadi tempat penularan, pertama pasar, dalam catatan ada 19 pasar yang sempat ditutup dalam 1 bulan ini," ujarnya

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini