Alasan Anies Hapus Aturan Ganjil Genap di Pasar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 17:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 320 2239595 alasan-anies-hapus-aturan-ganjil-genap-di-pasar-hlvmHf8oWa.jpg Pasar (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghapus aturan ganjil genap pada kios-kios di pasar. Hal ini sejalan dengan perpanjangan masa Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjelasakan alasan pihaknya menghapus kebijakan kios ganjil-genap di pasar tradisional. Alasannya, karena kerap ditemukan fakta di lapangan, yakni pedagang yang memiliki kios bernomor genap, lalu menitipkan barang dagangannya ke pemilik kios bernomor ganjil.

 Baca juga: Mendag Beberkan Cara Agar Perdagangan Bisa Berjalan Baik

“Dalam praktiknya jumlah pengunjung tidak terpengaruh ganjil genap. Praktiknya tetep datang. Hari ganjil, penjual genap menitip penjual ke yang ganjil. Jadi lebih penting kita mengendalikan jumlah orang masuknya daripada kendalikan di dalamnya,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020).

Menurut dia, penerapan kebijakan itu tidak berhasil menurun kan penularan di dalam pasar, sehingga ia memutuskan untuk mengatur jumlah orang yang masuk ke dalam pasar.

 Baca juga: Sri Mulyani: Negara Nekat Buka Aktivitas Ekonomi, Kasus Covid-19 Akan Kembali Naik

“Jalan yang dicoba kemarin ganjil genap ternyata tidak efektif, sekarang kita coba lewat jumlah sambil kita pantau dampaknya. Kita bisa mengirimkan pesan pada semua kami akan lakukan yang terbaik dan gunakan semau feedback untuk improvement terus menerus untuk lindungi warga Jakarta,” kata dia.

Ia mengaku tidak akan terus memaksakan setiap peraturan yang dinilai tidak efektif untuk menurunkan angkan penularan Covid-19.

“Ini bagian proses pembelajaran di kita bahwa dalam menghadapi covid kita harus open minded mau melihat kondisi kenyataan di lapangan dan melaukan penyesuaian kebijakan untuk mencapai tujuan. Tujuannya bukan ganjil genap, tapi menghindari penularan,” kata dia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini