Lada Muntok, si Kecil Putih Sudah Diekspor ke AS hingga Vietnam

Natasha Oktalia, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 320 2239597 lada-muntok-si-kecil-putih-sudah-diekspor-ke-as-hingga-vietnam-5ZbS0XlBCF.jpg Ekspor Lada Indonesia. (Foto: Okezone.com/Anactoluek)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempersiapkan strategi untuk mendorong ekspor lada putih asal Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, lada putih tersebut unik dan telah tersertifikasi Indikasi Geografis.

Lada putih muntok khas Bangka Belitung memiliki keunikan cita rasa rempah dengan tingkat kepedasan yang tinggi (5–7%) dan telah tersertifikasi Indikasi Geografis (IG). Untuk itu, Kemendag bersama Pemprov Babel tengah berupaya meningkatkan ekspor lada putih muntok di pasar domestik dan internasional.

Baca Juga: Ekspor Udang hingga Cumi Meroket di Tengah Corona

"Diversifikasi produk dan mengembangkan pasar ekspor. Upaya lainnya yaitu meningkatkan harga lada di tingkat petani dan memanfaatkan sistem resi gudang (SRG)," tulis Instagram @kemendag, Rabu (1/7/2020).

Adapun lima negara tujuan ekspor lada Indonesia 2019, yaitu Vietnam sebesar USD46,57 juta (pangsa pasar 31,61%), China sebesar USD 21,06 juta (14,29%), India USD 18,76 juta (12,73%). Kemudian ke Amerika Serikat USD 16,45 juta (11,17%) dan Jerman USD 8,66 juta (5,88%).

Baca Juga: Kabar Baik, Ekspor Kentang Sumatra Naik 300% di Masa Krisis Covid-19

Lada menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi ekspor bagi Indonesia. Masih ada beberapa komoditas lain yang memiliki potensi besar, di antaranya sayur-sayuran dan buah.

Banyak sayuran yang di ekspor ke luar negeri, seperti sawi, kubis, bunga kol dan 77 jenis sayuran lainnya.

Sedangkan buah-buahan yakni kelapa, manggis, pisang dan ada 176 buah yang lainnya. Indonesia untuk komoditas sayur dan buah telah mengekspor ke 29 negara, di mana negara China, Jepang dan Malaysia menjadi tiga negara yang mengimpor pisang dari Indonesia.

Kemudian tembakau, di mana beberapa negara mengimpor dari Indoensia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat negara tersebut seperti Amerika Serikat, Sri Langka, Belgia, Belanda dan Republik Dominika. Amerika Serikat mengimpor 2.872,3 ton.

Sri Langka 1.086 ton, Belgia mengimpor 992, 7 ton, Belanda mengimpor 871, 9 ton, Republik Dominika 753,3 ton pada tahun 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini