5. Risiko rendah
Berbeda dengan usaha yang lainnya yang menghasilkan risiko besar, jenis usaha ini justru mempunyai rendah,bagaimana tidak jika makanan yang dijual tidak laku dipasaran, makanan tersebut bisa dikonsumsi pribadi dan tidak memerlukan banyak modal seperti yang dikatakan pada point sebelumnya.Dengan catatan, alangkah lebih baiknya jika makanan segar sebaiknya dimulai dari skala produksi kecil untuk mengantisipasi jika produk tersebut tidak laku, tapi berbeda dengan produk makanan awetan, produk tersebut dapat dimulai dengan stok produk yang lebih, karena produk awetan biasanya bisa bertahan hingga beberapa minggu bahkan bulanan.
6. Menguntungkan
Dimulai dengan modal yang kecil, tapi pendapatan yang dihasilkan dari jenis usaha makanan bisa mendapatkan hasil yang cukup besar. Rata-rata keuntungan yang didapatkan dari jasa penyediaan makanan dan minuman berkisar diatas 20%, dan untuk kelas menengah yang mengutamakan kenyamanan, image, kesehatan dan faktor lainnya bisa mendapatkan keuntungan yang berkisar 40%.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.