4. Tim suami 50% untuk ABC, dan istri 50% untuk DEF
Pembagian tugas memang harus dilakukan oleh setiap pasangan. Salah satunya dalam menyelesaikan kebutuhan. Bisa jadi, penghasilan masing-masing justru tidak diketahui oleh pasangan. Pendapatan suami bisa dialokasikan untuk bayar cicilan rumah, tagihan sekolah atau bayar belanja bulanan. Sedangkan, pendapatan istri bisa dipergunakan untuk tagihan listrik, telepon dan urusan berlibur. Dengan adanya tipe ini, suami dan istri tentunya merasa adil dalam pengalokasian keungan, namun jika salah satu mengalami penurunan penghasilan, itu merupakan ancaman yang serius untuk keuangan keluarga.
5.Tim istri tahu beres
Tipe yang terakhir ini sering dijumpai oleh salah satu pasangan yang tidak bekerja. Metode ini umumnya terjadi saat istri yang selalu meminta uang lebih untuk keperluan pribadi diluar hal utama. Istri hanya dibekali dengan debit atau kartu kredit. Tipe ini memang membuat suami merasa nyaman dan istri merasa senang sekaligus tidak banyak pikiran, namun sisi negatif yang terdapat dalam metode ini adalah saat adanya risiko keuangan, keluarga menjadi ancaman terbesar. Hati-hati dalam pengalokasian dana keluarga masing-masing ya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.