5 Tipe Kelola Keuangan Keluarga, Pilih Tipe Gaji Suami 100% untuk Istri atau Fifty-Fifty?

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 320 2242099 5-tipe-kelola-keuangan-keluarga-pilih-tipe-gaji-suami-100-untuk-istri-atau-fifty-fifty-s8sc65nsR6.jpg Personal Finance Pasangan (Moneymagpie)

JAKARTA - Keuangan untuk pasangan suami istri dapat menjadi masalah bila tidak dikelola secara baik. Bahkan, banyak juga menimbulkan perselisihan bahkan sampai timbul perceraian.

Bijaknya, penghasilan suami memang untuk keluarga karena sebagai tulang punggung. Namun, bagaimana jika keduanya bekerja?

Mengutip akun Instagram Pritaghozie, Jakarta, Senin (6/7/2020), banyak tipe-tipe pembagian dalam keuangan suami istri. Oleh sebab itu, berikut tipe-tipe pasangan dalam mengelola keuangan:

 Baca juga: Pindah Rumah Bikin Galau, Intip 5 Cara Hemat Berikut

1. Tim Suami-Istri yang 100% gajinya untuk keluarga

Bagi pasangan suami istri yang mengalokasikan penghasilannya sebesar 100% untuk kelurga, tentunya menjadi nilai plus tersendiri. Karena hal tersebut menjadi salah satu sumber daya yang kuat sehingga banyak tujuan dapat terwujud dan tercapai.

Namun, kelemahan tipe ini terasa ketika kurang bebas dalam alokasi belanja kepuasan pribadi sehingga terkadang muncul perasaan kurang adil.

2. Tim suami 100% penghasilannya untuk keluarga, Istri 100% penghasilannya untuk istri

Yang dimaksudkan dari tipe ini adalah penghasilan suami secara utuh dipergunakan untuk keperluan keluarga dan seutuhnya milik keluarga. Sedangkan, penghasilan istri seutuhnya untuk keperluan pribadi. Namun, jika istri tidak pandai mengelola keuangan, hal tersebut bisa menjadi ancaman kesehatan keuangan keluarga.

 Baca juga: Gaji Rp4 Juta Ingin Beli Sepeda Sekelas Brompton, Caranya?

Alangkah lebih baik, jika budget untuk keperluan pribadi diatur kembali. Sehingga suami juga memiliki kebebasan untuk berbelanja keperluan pribadi.

3. Tim Suami 50-80% untuk keluarga, sisanya disimpan sendiri, sedangkan Istri 100% penghasilannya untuk istri

Dipastikan, suami pasti memberikan uang bulanan untuk istri. Namun, hal yang sebaliknya dilakukan oleh pasangan adalah menyimpan sendiri sisa penghasilan pribadinya. Salah satu alasanya adalah adanya "black-box" keuangan di masa lalu.

Satu sisi, suami masih merasa punya kendali akan kebutuhannya dan beruntunglah jika suami pandai berinvestasi, pasalnya aset keluarga pasti akan bertambah. Namun, jika keadaan komunikasi di keluarga tidak berjalan dengan baik, potensi saling curiga akan timbul, dan jika alokasi penghasilan tidak sesuai, ada potensi istri akan berhutang.

 Baca juga: Gaji Cuma Rp4 Juta, Penting Enggak Sih Beli Sepeda?

4. Tim suami 50% untuk ABC, dan istri 50% untuk DEF

Pembagian tugas memang harus dilakukan oleh setiap pasangan. Salah satunya dalam menyelesaikan kebutuhan. Bisa jadi, penghasilan masing-masing justru tidak diketahui oleh pasangan. Pendapatan suami bisa dialokasikan untuk bayar cicilan rumah, tagihan sekolah atau bayar belanja bulanan. Sedangkan, pendapatan istri bisa dipergunakan untuk tagihan listrik, telepon dan urusan berlibur. Dengan adanya tipe ini, suami dan istri tentunya merasa adil dalam pengalokasian keungan, namun jika salah satu mengalami penurunan penghasilan, itu merupakan ancaman yang serius untuk keuangan keluarga.

5.Tim istri tahu beres

Tipe yang terakhir ini sering dijumpai oleh salah satu pasangan yang tidak bekerja. Metode ini umumnya terjadi saat istri yang selalu meminta uang lebih untuk keperluan pribadi diluar hal utama. Istri hanya dibekali dengan debit atau kartu kredit. Tipe ini memang membuat suami merasa nyaman dan istri merasa senang sekaligus tidak banyak pikiran, namun sisi negatif yang terdapat dalam metode ini adalah saat adanya risiko keuangan, keluarga menjadi ancaman terbesar. Hati-hati dalam pengalokasian dana keluarga masing-masing ya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini