Kalung Antivirus Corona Tuai Polemik, DPR Minta Mentan Fokus ke Pertanian

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 320 2242549 kalung-antivirus-corona-tuai-polemik-dpr-minta-mentan-fokus-ke-pertanian-jqhRZzJUYj.jpg Kalung Antivirus Corona (Foto: Dok Kementan)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) meminta kepada Kementerian Pertanian (Kementan) fokus pada tupoksinya yakni mengurusi sektor pertanian. Permintaan ini menyusul ramainya kalung antivirus corona yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian.

Anggota Komisi IV DPR-RI Fraksi Demokrat Suhardi Daka mengatakan, Kementerian Pertanian ada baiknya tidak fokus untuk mengurusi masalah kesehatan. Sebab, untuk urusan kesehatan sudah menjadi tugasnya Kementerian Kesehatan.

"Ini sama halnya saya kira kalau obat-obatan harus masuk dalam uji klinis, farmasi dan sebagainya, saya kira adalah tupoksi Kemenkes," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV, di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Ke DPR Pakai Kalung Antivirus Corona, Mentan Dihujani Pertanyaan 

Menurut Suhardi, penemuan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian ini juga justru membuat publik semakin tidak percaya. Mengingat fungsi dari Kementerian Pertanian adalah mengurusi masalah pertanian, perkebunan dan peternakan bukannya kesehatan.

"Kalau Kemenkes yang mengungkapkan bahwa ini bernilai obat saya kira nilai percayanya sangat tinggi," ucapnya.

Baca Juga: Sri Mulyani, Erick Thohir hingga Luhut Jadi Saksi Peluncuran Penjaminan Kredit UMKM 

Sementara itu, anggota komisi IV DPR lainnya yakni Ahmad Ali menyayangkan temuan ini justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Dia pun mengingatkan agar komunikasi publik Kementan diperbaiki.

"Mungkin untuk masukan dari saya, narasi yang dibangun dari Kementan ini lebih disamakan sehingga kemudian tidak menimbulkan kegaduhan. Saya mungkin lebih telat menyampaikan ini kalung kesehatan atau apa pun namanya. Sehingga kemudian orang tidak terjebak. Karena memang saat ini dunia belum satu pun berani mengklaim bahwa menemukan penelitian yang berhasil mengendalikan atau membunuh virus ini," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry mengatakan, hingga saat ini, banyak negara yang berlomba-lomba menemukan antivirus corona, begitupun di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian dan Lembaga (K/L) terus mencoba mencari cara dan menemukan obat untuk mencegah serta menangani virus corona (Covid-19) yang masih mewabah di Indonesia.

"Ini bukan obat oral, ini bukan vaksin, tapi kita sudah lakukan uji efektivitas, secara laboratorium secara ilmiah kita bisa buktikan," kata Fadjry.

Eucalyptus selama ini dikenal mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut. Menurut Fadjry minyak atsiri eucalyptus citridora bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

"Paling tidak ini bagian dari upaya kita, minyak eucalyptus ini juga sudah turun menurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak ada masalah, sudah puluhan tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda sebenarnya, tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini