Ke DPR Pakai Kalung Antivirus Corona, Mentan Dihujani Pertanyaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 320 2242512 ke-dpr-pakai-kalung-antivirus-corona-mentan-dihujani-pertanyaan-pIIHUy2iaS.jpg Kalung Antivirus Corona. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi IV menanyakan mengenai kalung antivirus corona yang tengah dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. Kalung ini menjadi perbincangan masyarakat karena bisa mencegah virus corona.

Pertanyaan mengenai kalung antivirus dipertanyakan dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian hari ini. Dalam rapat, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menggunakan kalung antivirus Corona.

Anggota Komisi IV Mindo Sianipar mempertanyakan mengenai khasiat kalung antivirus corona. Dirinya meminta kepada Mentan untuk berhati-hati dalam mengeluarkan statement apalagi berkaitan dengan virus Corona.

Baca Juga: Kalung Antivirus Corona Buatan Kementan Masih Membutuhkan Penelitian Lanjutan

"Bapak nanti buat statement nanti di-bully, seperti halnya sekarang Bapak mendapatkan informasi dari staf Bapak kalung antivirus. Secara teknologi, saya enggak yakin itu Pak. Teknologi antivirusnya itu," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Mindo juga meminta agar Syahrul melakukan ujicoba lebih dalam pada produk kalung ini sebelum dipromosikan kepada publik. Hal ini menghindari adanya ekspetasi berlebihan pada masyarakat terhadap kalung antivirus ini.

Baca Juga: 11 Fakta Kalung dan Roll On Antivirus Corona yang Sempat Diragukan

"Jadi kalau bapak memakai itu sekarang, mohon televisi itu jangan di-shoot itu. Nanti masyarakat jadi berlomba-lomba memakai itu karena menterinya memakai itu. Padahal belum tahu kita ini. Jadi jangan dululah memakai itu ya. Maaf ini teman-teman dari Balitbangtan harus lebih selektiflah menyampaikan itu," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR lainnya, Ahmad Ali menyayangkan temuan ini justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Dia pun mengingatkan agar komunikasi publik Kementan diperbaiki.

"Mungkin untuk masukan dari saya, narasi yang dibangun dari Kementan ini lebih disamakan sehingga kemudian tidak menimbulkan kegaduhan. Saya mungkin lebih telat menyampaikan ini kalung kesehatan atau apapun namanya. Sehingga kemudian orang tidak terjebak. Karena memang saat ini dunia belum satu pun berani mengklaim bahwa menemukan penelitian yang berhasil mengendalikan atau membunuh virus ini," jelasnya

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry mengatakan, hingga saat ini banyak negara berlomba-lomba menemukan antivirus corona, begitupun di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian dan Lembaga (K/L) terus mencari cara dan menemukan obat untuk mencegah serta menangani virus corona (Covid-19) yang masih mewabah di Indonesia.

"Ini (kalung antivirus) bukan obat oral, ini bukan vaksin, tapi kita sudah lakukan uji efektivitas, secara laboratorium secara ilmiah kita bisa buktikan, paling tidak ini bagian dari upaya kita. Minyak eucalyptus ini juga sudah turun menurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak ada masalah, sudah puluhan tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda sebenarnya, tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi,” ujar Fadjry, dalam keterangannya, Minggu (5/7/2020).

Dia mengatakan, eucalyptus selama ini dikenal mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.

Menurut Fadjry minyak atsiri eucalyptus citridora bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

Penemuan tersebut disimpulkan melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan. Dia menjelaskan laboratorium tempat penelitian eucalyptus telah mengantongi sertifikat level keselamatan biologi atau biosavety level 3 (BSL 3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner. Virologi Kementan pun sudah melakukan penelitan sejak 10 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus corona. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini