Berambisi Punya Bisnis yang Sukses? Waspadai 3 Ciri Autopilot Palsu

Natasha Oktalia, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 320 2243232 berambisi-punya-bisnis-yang-sukses-waspadai-3-ciri-autopilot-palsu-xKG2QBRv8b.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

Team terbiasa bersandar ke beberapa orang saja saat bekerja, hanya akan bergerak jika digerakkan dan diberi instruksi. Keseluruhan team tidak mengerti apa yang harus dilakukan dan bagaimana alur setiap pekerjaan jika tidak dikontrol oleh orang yang merupakan pusat sistem.

Akibatnya bisnis bisa kacau balau, profit dan omzet menurun, bisnis kehilangan customer, pekerjaan saling tumpah tindih dan masalah-masalah lainnya. Itu baru 1 hari saja, bayangkan jika orang yang merupakan pusat sistem di bisnis memutuskan untuk resign atau pindah ke kompetitor!

3. Tidak ada harmonisasi di bisnis

Bisnis yang autopilot -nya palsu tidak memiliki harmonisasi di bisnis karena ketidakseimbangan tanggungjawab antar team.

Team yang menjadi pusat sistem akan berpikiran bahwa seluruh pekerjaan berpusat padanya padahal dia sebenarnya memiliki posisi dan jabatan yang sama dengan team lain. Rasa sense of belonging tidak tumbuh di seluruh team karena mereka tahu jika ada yang salah atau perlu diperbaiki akan ada team lain yang mengerjakan. Lama-kelamaan akan muncul banyak “virus” di bisnis sehingga team tidak unity untuk mencapai tujuan bisnis.

Dia mengatakan bahwa pebisnis harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam autopilot palsu dan malah menghancurkan bisnis sendiri karena hanya berpusat pada beberapa orang saja.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini