Moratorium, 130.000 Orang Tak Bisa Daftar STAN

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 320 2243245 sri-mulyani-tutup-pendaftaran-stan-130-000-orang-dipastikan-gagal-jadi-cpns-kemenkeu-KkjRz3A0TL.jpg Moratorium Penerimaan CPNS melalui STAN 5 Tahun ke Depan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuat moratorium atau pemberhentian sementara perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru dan mahasiswa STAN untuk 5 tahun ke depan, tepatnya pada periode 2020-2024.

Peraturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

Kasubag Humas PKN STAN Inwan Hadiansyah pihaknya sudah menyampaikan sosialisasi regulasi itu sejak 6 Mei 2020. Hal itu menyusul adanya surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB) nomor B/435/M.SM.01.00/2020.

Baca Juga: Sri Mulyani Stop Penerimaan CPNS Kemenkeu dan STAN, Tjahjo Kumolo: Yang Paling Tahu

“Sesuai dengan keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia, menyebabkan seleksi dalam bentuk tes umum tidak dapat dilaksanakan dengan efektif, mengingat jumlah rata-rata pendaftar selama tiga tahun terakhir mencapai angka 130.000 peserta,” kata Inwan kepada Okezone, Rabu (8/7/2020).

Dia menyebut, kini sedang dilaksanakan restrukturisasi dan pengkajian kebutuhan pegawai Kementerian Keuangan dari lulusan program DI dan DIII PKN STAN, serta dari sumber-sumber lain.

“Saat ini sedang dilaksanakan penataan ulang sistem dan tata kelola pendidikan kedinasan di PKN STAN, termasuk di dalamnya penataan Program Studi dan kurikulum yang menekankan pada relevansi lulusan PKN STAN di masa depan, serta aspek pengembangan karakter Aparatur Sipil Negara,” ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Terima CPNS Baru dan STAN hingga 2024

Dia menjelaskan setiap tahun pihaknya menerima kuota mahasiswa berbeda-beda setiap tahunnya. Jumlahnya itu fluktuatif karena tergantung dari kebutuhan kuota.

“2019 kita menerima 2.683, pada 2018 kita menerima 7.169 dan 2017 kita menerima 6.964,” kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini