Minta Dana Talangan Rp4 Triliun, PTPN Akan Kembalikan 8 Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243512 -C0nf4zVKx0.jpg Perkebunan Sawit (Okezone)

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara III atau Holding BUMN Perkebunan meminta dana talangan sebesar Rp4 triliun. Permintaan dana talangan ini dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional dampak covid-19 di bidang perkebunan.

Direktur Utama Holding BUMN Perkebunan Muhammad Abdul Ghani mengatakan, nantinya dana talangan tersebut akan digunakan untuk investasi yang tertunda karena keterbatasan dana. Di sisi lain, pihaknya akan menggunakan dana talangan tersebut untuk tambahan investasi dan modal kerja guna meningkatkan produksi dan profitabilitas perusahaan.

 Baca juga: Ke KPK Lewat Pintu Belakang, Erick Thohir Lapor Potensi Korupsi di BUMN

"Aset, perbaikan pemupukan, dan sebagainya segera akan kita belanjakan di bulan Agustus, kemudian terkait dengan skema pinjaman, kami tawarkan pinjaman melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Sarana Multi Infrastruktur (SMI), kemudian ada Pemerintah sebagai penjamin, itu kira-kira skema kasarnya," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, Rabu (8/7/2020).

Abdul Gani menambahkan, nantinya perseroan akan menarik seluruh dana talangan ini pada tahun ini. Sedangkan pengembaliannya akan dilakukan setelah 8 tahun dengan bunga 2%.

 Baca juga: 1,5 Jam di KPK, Erick Thohir Minta PMN BUMN Dipantau Ketat

"Kami merencanakan bahwa dana pinjaman Rp4 triliun ini kami kembalikan pokoknya mulai tahun 2028, artinya tahun ke delapan akan kami kembalikan dan dalam 3 tahun selesai, tahun 2031 selesai. Kemudian bunganya minta 2%, tapi terserah kita mengikuti pemerintah," ucapnya

Abdul menambahkan adanya dana talangan ini dan transformasi PTPN maka pendapatan perseroan dalam 10 tahun ke depan bisa meningkat rata-rata 3,5%. Dengan adanya dana talangan ini EBITDA-nya naik rata-rata 9%, dan laba bersih naik 12,8%.

"Kalau ini tercapai, kita sudah membuat program detailnya, transformasi holistik kami, maka PTPN pada 2030 maka bisa memberikan margin 17% dan itu sudah mendekati rata-rata industri," kata Abdul.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini