Share

Kisah Petani Milenial, Covid-19 Bikin Penjualannya Meroket 150%

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 09 Juli 2020 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243527 petani-milenial-ini-alami-peningkatan-penjualan-sebesar-150-selama-covid-19-SbmzxyD9dn.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat beberapa pelaku usaha mengalami kelesuan penjualan hingga mengalami kebangkrutan. Namun, keadaan itu tak menimpa salah satu startup yang bergerak di sektor pertanian, yaitu TaniHub.

Co-Founder TaniHub Group Michael Jovan Sugianto mengisahkan kisah suksesnya merebut pasar di saat Covid-19 masih melanda Tanah Air. Salah satunya dengan mengencangkan penjualan melalui daring karena kini kebanyakan orang berbelanja di rumah tanpa melalui tatap muka.

“Jika di-break down, terdapat peningkatan sales yang tajam di segmen para pembeli individu dan rumah tangga, yang hampir mencapai 150% dari Februari ke Maret, dan lebih dari 100% dari Maret ke April,” kata Michael kepada Okezone, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga: Petani Milenial Sukses Kembangkan Bisnis, Dulu 2 Ha Kini Miliki Lahan 400 Ha

Pria kelahiran 1993 ini menyebut, sejak 1 Maret hingga belum lama ini, terdapat lebih dari 100.000 pengguna baru aplikasi TaniHub, sehingga secara total pengguna TaniHub mencapai lebih dari 236.000 orang.

sayuran

“Kami melihat, di sisi para pembeli individu dan rumah tangga pertumbuhannya belakangan ini tidak secepat beberapa bulan lalu ketika pandemi baru berlangsung di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengaku selalu menganalisa kondisi di pasar. Krisis ini telah mengubah perilaku konsumen menuju dimensi baru atau new normal. Kondisi ini mau tidak mau akan memaksa semua bisnis untuk mengetahui bagaimana perilaku pelanggan terbentuk.

Baca Juga: Apa Sih Bedanya Benih dan Bibit?

“Sebagai contoh, di beberapa negara Eropa, konsumsi masyarakat cenderung bergeser ke makanan kalengan. Namun, di banyak tempat lainnya, masyarakat mulai kembali ke berbelanja dan mengonsumsi makanan secara offline, karena mereka tetap merasa lebih nyaman demikian,” ujarnya.

Langkah utama yang harus dilakukan, kata dia adalah konsisten menjaga kualitas layanan dan produk agar jangan sampai menurun. Alhasil, konsumen dapat melihat keuntungan berbelanja di TaniHub dari aspek value for money. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan pengantaran pesanan hingga maksimal 24 jam setelah pemesanan.

“Dengan memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan, kami berharap pelanggan dapat lebih terbiasa dengan perubahan perilaku belanja dari offline ke online, sehingga mereka dapat menjadi pelanggan setia kami meskipun situasi kembali normal,” ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini