Holding BUMN Penerbangan Ditargetkan Rampung Oktober 2020

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243586 holding-bumn-penerbangan-ditargetkan-rampung-oktober-2020-M5hNFhjXan.JPG Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Wacana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membentuk Holding BUMN di sektor penerbangan rupanya tak main-main. Sebab, Holding BUMN Penerbangan ini ditargetkan bisa terbentuk pada Oktober 2020.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra mengatakan, saat ini pembentukan holding BUMN penerbangan ini sedang difinalisasi. Bahkan, pembentukan holding BUMN penerbangan ini tinggal menunggu Peraturan Pemerintahnya (PP).

 Baca juga: Ke KPK Lewat Pintu Belakang, Erick Thohir Lapor Potensi Korupsi di BUMN

"Sedang difinalisasi. Tapi memang semua itu kan menunggu peraturan pemerintah keluar. Diharapkan bulan Oktober keluar," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (8/7/2020) malam.

Adapun perusahaan plat merah yang akan masuk ke dalam holding ini meliputi PT Survai Udara Penas (Persero) sebagai induk, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Pelita Air Service hingga AirNav. Tak hanya itu, nantinya perusahaan plat merah yang bergerak pada sektor pariwisata juga akan bergabung.

 Baca juga: Lewat Pintu Belakang, Erick Thohir Bertemu Pimpinan KPK Bahas PEN

Sebut saja seperti PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN atau yang biasa dikenal dengan INNA juga akan masuk dalam holding tersebut. Menurut Irfanz Holding nantinya akan menjadi ujung tombak dari industri pariwisata.

"ITDC nanti masuk juga sebagai tourist development. Hotel juga kelihatannya masuk. Jadi Hotel Indonesia Natour (INNA) akan juga ikut masuk. Jadi ini menjadi ujung tombak dari pengembangan pariwisata ke depan," jelas Irfan.

 Baca juga: Lewat Pintu Belakang, Erick Thohir Bertemu Pimpinan KPK Bahas PEN

Irfan mengatakan, dengan holding ini maka diharapkan tak ada aksi saling menyikut di antara masing-masing BUMN. Selain itu, terbentuknya holding penerbangan ini juga bisa mengefisiensi proses birokrasi di Kementerian BUMN.

"Dan mungkin sebagai Menteri BUMN, Pak Erick nggak perlu ketemu sama 4-5 BUMN, jadi 1 saja. Jadi perombakan sekali saja nggak perlu 5. Sekarang kalau marah ke Garuda kan saya bilang, ya habis AP II kayak gitu sih Pak. Jadi kan lama-lama pusing, jadi butuh 1 orang saja di antara sesama BUMN," kata Irfan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini