"Jadi, shock yang ditimbulkan dari sisi supply dan demand, akan menyebabkan recovery ekonomi yang berjalan cukup lama, namun hal ini bisa lebih cepat seandainya pemulihan ekonomi dunia bisa lebih cepat,” jelas dia.
Dari sisi ekspor, Menko Luhut memaparkan, sampai dengan kwartal 1 tahun 2020, pertumbuhan ekspor masih positif, antara lain didorong oleh pertumbuhan ekspor besi dan baja.
"Sebagai hasil dari program hilirisasi pemerintah. Dorongan dari belanja pemerintah diharapkan bisa membuat pertumbuhan ekonomi tidak negatif, seiring dengan peningkatan belanja pemerintah untuk insentif dampak pandemi," kata dia.
Di juga menekankan, agar semua pihak memiliki kepedulian dan sense of crisis apalagi pada saat situasi seperti sekarang. Dirinya menambahkan, bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi situasi perekonomian akibat dampak pandemi dari waktu ke waktu, dan akan melakukan penyesuaian jika diperlukan demi memastikan ekonomi Indonesia tidak akan terpuruk akibat Covid-19.
"Pemerintah telah berupaya keras untuk memastikan perekonomian kita tidak jatuh. Pesan saya, bekerjalah secara holistik dan terintegrasi, kenali dulu masalahnya lalu segera putuskan dengan cepat dan tepat,” tandas dia.
(Fakhri Rezy)