Menko Luhut Sebut Transisi PSBB Dilakukan dengan Kewaspadaan Tinggi

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243673 menko-luhut-sebut-transisi-psbb-dilakukan-dengan-kewaspadaan-tinggi-wus0Ezli6W.jpg Menko Maritim Luhut Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pandemi Covid-19 telah menyadarkan semua pihak untuk memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat.

"Pemerintah selalu bekerja keras untuk meminimalkan penyebaran, dan setelah semua indikator terpenuhi. Pembukaan dilakukan dengan kehati-hatian tinggi dan kewajiban semua pihak untuk terus melanjutkan protokol kesehatan,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2020).

 Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang sampai 14 Juli, Ini Fakta Aturan Ganjil Genap Pasar Dihapus

Menurut dia, berdasarkan data terbaru yang dimilikinya, kapasitas testing atau masyarakat yang mengikuti test jumlahnya meningkat, rata-rata sebanyak 20.308 tes per hari. Fokus penanganan pemerintah pada pandemi Covid-19 saat ini, dari segi kuratif sudah ada 65 laboratorium pengujian.

"Maka itu, pemerintah terus-menerus menggaungkan promosi kesehatan melalui sosial media dan media massa, serta upaya keseharian berbasis masyarakat (Pemerintah Daerah hingga RT/RW)," ungkap dia.

 Baca juga: Protokol Kesehatan Perjalanan Dalam Negeri di Bandara dan Pelabuhan, Cek di Sini

Pandemi ini, lanjut Menko Luhut, juga mempercepat otonomi di sektor kesehatan, yaitu dengan adanya kebijakan penguatan elemen industri farmasi dan alat kesehatan nasional, dengan tujuan kemandirian produksi dalam negeri, yakni obat, vaksin, reagen, diagnostic kit, APD, dan alat kesehatan.

Lalu, tutur dia untuk aktivitas ekonomi yang sempat terhenti dan memberikan pukulan yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

"Jadi, shock yang ditimbulkan dari sisi supply dan demand, akan menyebabkan recovery ekonomi yang berjalan cukup lama, namun hal ini bisa lebih cepat seandainya pemulihan ekonomi dunia bisa lebih cepat,” jelas dia.

Dari sisi ekspor, Menko Luhut memaparkan, sampai dengan kwartal 1 tahun 2020, pertumbuhan ekspor masih positif, antara lain didorong oleh pertumbuhan ekspor besi dan baja.

"Sebagai hasil dari program hilirisasi pemerintah. Dorongan dari belanja pemerintah diharapkan bisa membuat pertumbuhan ekonomi tidak negatif, seiring dengan peningkatan belanja pemerintah untuk insentif dampak pandemi," kata dia.

Di juga menekankan, agar semua pihak memiliki kepedulian dan sense of crisis apalagi pada saat situasi seperti sekarang. Dirinya menambahkan, bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi situasi perekonomian akibat dampak pandemi dari waktu ke waktu, dan akan melakukan penyesuaian jika diperlukan demi memastikan ekonomi Indonesia tidak akan terpuruk akibat Covid-19.

"Pemerintah telah berupaya keras untuk memastikan perekonomian kita tidak jatuh. Pesan saya, bekerjalah secara holistik dan terintegrasi, kenali dulu masalahnya lalu segera putuskan dengan cepat dan tepat,” tandas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini