Pengakuan BNI soal Maria Pauline Pembobol Rp1,7 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243945 pengakuan-bni-soal-maria-pauline-pembobol-rp1-7-triliun-mVjPmwJWrz.jpg Maria Pauline, si Pembobol Bank BNI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank BNI Tbk (Persero) mendukung proses hukum terhadap Maria Pauline Lumowa, tersangka kasus unpaid L/C tahun 2002-2003 senilai Rp1,7 triliun. Perseroan pun ingin kasus tersebut diselesaikan hingga tuntas.

"Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan siap membantu aparat penegak hukum dalam proses Hukum terhadap Sdri MPL, sehingga proses penegakan hukum dapat diselesaikan hingga tuntas," tutur Corporate Secretary BNI Meiliana.

 

Sebagai informasi, Maria Pauline bersama Adrian Waworuntu melakukan aksi pembobolan pada 2002-2003. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai USD136 juta dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Modus operandinya, PT Gramarindo menggunakan fasilitas kredit ekspor (L/C) dengan dokumen ekspor fiktif. Perusahaan itu menggunakan BNI sebagai advising/confirming bank.

Baca Selengkapnya: Maria Pauline Pembobol Rp1,7 Triliun Ditangkap, BNI: Selesaikan hingga Tuntas!

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini