Harga Emas Dunia Melemah Imbas Investor 'Lari' ke Dolar AS

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 320 2244096 harga-emas-dunia-melemah-imbas-investor-lari-ke-dolar-as-GrYYDvejT3.jpg Emas Dolar (Shutterstock)

NEW YORK - Harga emas berjangka berakhir melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan investor lebih memilih dolar AS dalam menghadapi rekornya kasus virus Corona di AS.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (10/7/2020), harga emas di pasar spot turun 0,6% menajdi USD1.799,23 per ons. Sementara itu, emas berjangka turun 0,9% ke USD1.803,8.

 Baca juga: Harga Emas Berjangka Terus Menguat di Atas Level USD1.800/Ons

"Emas telah overbought sedikit setelah melampaui level USD1.800 dan sekarang kita melihat beberapa investor melakukan aksi jual," kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets.

“Dolar juga sedikit naik, sehingga membebani emas juga. Tetapi tidak ada alasan mendasar seperti itu untuk mundurnya," tambahnya.

 Baca juga: Semakin Berkilau, Harga Emas Berjangka Menguat di Atas USD1.800/Ons

Dolar menguat dari level terendah empat minggu karena saham AS jatuh dengan sentimen pasar berubah hati-hati. Hal ini disebabkan Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada kasus virus corona baru.

Pejabat Federal Reserve AS pada Rabu mengangkat keraguan baru tentang daya tahan pemulihan AS. Sementara survei bisnis baru menyoroti risiko yang berkembang dari pandemi coronavirus tanpa henti.

“USD1.800 tetap merupakan level resistensi psikologis yang kuat. Meskipun bulls telah menembus level ini seperti pisau panas melalui mentega, kelemahan di bawah titik ini dapat memicu penurunan kembali ke USD1.765, ”kata analis FXTM Lukman Otunuga.

 Baca juga: Harga Emas Dunia Naik di Tengah Lonjakan Kasus Virus Corona

"Jika USD1.800 terbukti menjadi dukungan baru yang andal, ini bisa membuka gerbang menuju USD1.820 dan USD1.828," ujarnya.

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah memangkas suku bunga dalam beberapa bulan terakhir, menyediakan dalam beberapa kasus sejumlah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membantu melunakkan pukulan terhadap ekonomi dari pandemi.

Di antara logam lainnya, perak turun 0,9% menjadi USD18,61 per ons setelah sebelumnya mencapai tertinggi sejak September 2019 di USD19,02.

Palladium naik 1,1% menjadi USD1.936,51, sementara platinum turun 2,3% menjadi USD824,41.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini