5 Kesalahan soal Perencanaan Keuangan, Hanya untuk Horang Kaya?

Natasha Oktalia, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 320 2244152 5-kesalahan-soal-perencanaan-keuangan-hanya-untuk-horang-kaya-vs8zt3Ng6u.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Perencanaan keuangan sangat diperlukan oleh segala kalangan. Bahkan, bukan hanya sekedar menabung dan menggunakan uang saja.

Merencanakan keuangan sangatlah penting terutama pada 2020. Di masa pandemi virus Corona atau Covid-19 ini, perencanaan sangatlah dibutuhkan karena keadaan ekonomi yang mendekati resesi.

Mengapa demikian? Adanya Pandemi saat ini membuat sejumlah kalangan mengalami "down" dalam masalah perekonomian. Perencanaan keuangan menurut Prita Ghozie adalah "tentang kamu dan untuk kamu".

 Baca juga: Detail Pengeluaran Bulanan Bisa Bantu Cash Flow Keluarga

Namun, sayangnya sampai sekarang masih ada orang yang salah kaprah akan perencanaan keuangan. Oleh sebab itu, mengutip akun Instagram Prita Ghozie (10/7/2020), berikut salah kaprah dalam perencanaan keuangan.

1. Hanya untuk Orang Kaya

 

Jika kita kilas balik, dahulu prinsip tiap individu bisa dikatakan banyak yang menunda untuk membuat rencana keuangan karena menunggu penghasilan yang lebih besar dan kehidupan yang lebih nantinya. Padahal, perencanaan keuangan adalah ilmu yang akan membantu untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

 Baca juga: Tambal Gaji yang Dipotong Pakai Dana Darurat

2. Bikin Autotajir?

 

Banyak ditemui banyak seminar mengenai "15 menit auto taji" "rahasia kaya tanpa modal". Judul hanyalah judul, kerja keras lah yang akan membuahkan hasil untuk kehidupan yang lebih layak dimasa yang akan datang. Perencanaan keuangan adalah proses, tidak ada yang instan ya.

3. Lebih Penting Portofolio Investasi

Perlu diketahui, portofolio investasi hanyalah salah satu kendaraan yang dibutuhkan dalam perencanaan keuangan, perencanaan keuangan yang baik akan mengatur bagaimana kita mengelola pengeluaran, kesehatan cashflow, rasio aset vs utang hingga perencanaan proteksi hingga waris.

 Baca juga: Stres Gaji Dipotong? Cobain Nih Cara Tambah Pemasukan

4. Satu Rencana Seumur Hidup?

Kebanyakan orang berharap bahwa semua masalah keuangannya akan selesai dengan satu kali pembuataan rencana keuangan. Padahal, kenyataan tidak sesuai dengan ekspetasi ya. Hidup yang perlu melewati beragam proses, sama halnya dengan tahapan lainnya. Layaknya, jomblo, pacaran,tunangan, menikah, punya anak, hingga fase akhir kehidupan. Itulah sebabnya perencanaan keuangan akan terus dinamis dan kekinian.

5. Mahal!

Jika masih belum paham betul mengenai quote Warren Buffet "Price is what you pay, Value is what you get", pahami terlebih dahulu, karena tak heran jika masih merasa perencanaan keuangan itu mahal.

"Bagaimana kita merencanakan keuangan adalah potret atas bagaimana kita menghargai hidup kita sendiri. Angka dalam mutasi rekening tidak pernah berbohong. Apa pun yang tertera di saldo rekening menandakan apa yang menjadi prioritas, nilai dan harapan dalam kehidupan kita." tutup Prita Ghozie dalam postingannya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini