Cara Bank agar Tak Bisa Dibobol, Ketahui Profesi hingga Latar Belakang Keluarga

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 320 2244263 cara-bank-agar-tak-bisa-dibobol-ketahui-profesi-hingga-latar-belakang-keluarga-1jbkwjCnAG.jpg Rupiah (Reuters)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah berhasil mengekstradisi Maria Pauline Lumowa, tersangka kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp1,7 triliun dari Serbia pada 9 Juni 2020 kemarin.

Terkait hal itu, Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira menyebut ada beberapa cara agar perbankan bisa mengantisipasi pembobolan oleh pelaku kejahatan tersebut. Seperti harus mengetahui konteks kepentingan calon peminjam uang.

 Baca juga: Berkaca dari Kasus Maria Pauline, Ini Cara Pencegahan L/C Fiktif

Kemudian, lanjut dia, perbankan harus bisa mengetahui latar belakang keluarganya. Serta mengetahui profesi yang mengajukan pinjaman uang dengan nominal yang sebesar Rp1 miliar.

"Lalu harus dilakukan assessment atau penilaian secara berkala kepada calon peminjam tersebut. Jadi hal-hal itu bisa mengantisipasi pembobolan," ujar dia dalam acara IDX Channel, Jumat (10/9/2020).

 Baca juga: 5 Fakta Terungkap Sidang Kasus Gagal Bayar KSP Indosurya Rp14 Triliun

Dia juga menjelaskan calon peminjam wajib melakukan verifikasi secara faktual artinya bukan secara pada dokumen. Misalnya bagaimana aktivitas bisnisnya kantornya tidak meminjam alamat yang lain.

"Soalnya banyak kejadian kantornya tidak ada atau fiktif. Maka hal ini yang perlu ditingkatkan. Paling penting lagi yakni adanya sumber daya manusia (SDM), perbankan yang baik dari segi jumlah maupun kualitasnya," tandas dia.

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) mengharapkan proses hukum yang menjerat Maria Pauline Lumowa, bisa diselesaikan hingga tuntas. Sebab, Maria menjadi tersangka utama kasus pembobolan BNI sebesar Rp1,7 triliun.

Corsec BNI Meiliana mengatakan, sebagai BUMN, perseroan mendukung upaya penegakan hukum dalam memberantas tindak pidana korupsi dan juga sangat mengapresiasi atas keberhasilan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam mengamankan Saundari MPL di Beograd-Serbia, yang merupakan salah satu tersangka utama kasus unpaid L/C tahun 2002-2003.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini