Kondisi Sangat Berat, Tak Ada Tambahan Ruang Perkantoran di Kuartal II-2020

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 470 2244747 kondisi-sangat-berat-tak-ada-tambahan-ruang-perkantoran-di-kuartal-ii-2020-2LsN6HlbcQ.jpg Perkantoran (Okezone)

JAKARTA - Sektor perkantoran di kawasan Jakarta diprediksi akan mengalami kondisi sangat berat dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut terlihat dari jumlah pasokan yang terus menurun hingga 2023 mendatang.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, pada tahun ini memang jumlah pasokan gedung tidak akan terlalu tinggi. Bahkan pada kuartal II-2020 ini tidak ada tambahan pasokan gedung perkantoran yang baru.

 Baca juga: Efek Work from Home, Jumlah Penyewa Kantor Mulai Turun

"Sektor perkantoran tahun ini rasanya berat," ujarnya, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya, memang pada 2021 mendatang jumlah pasokan akan naik sangat tinggi. Namun pada 2020-2023 mendatang jumlah pasokan perkantoran di Jakarta langsung turun drastis.

 Baca juga: Jakarta Bersaing dengan Singapura Jadi Silicon Valley

"Ditambah supplynya cukup banyak hampir sama dengan tahun lalu. Tantangan belum berakhir karena tahun depan jumlahnya akan lebih banyak lagi," jelasnya

Menurut Ferry akan ada tambahan pasokan perkantoran 1,22 juta meter persegi dalam tempo 2022 dan 2024 mendatang. Dari jumlah tersebut 60% di antaranya berada di kawasan pusat bisnis (Central Business District/CBD).

"Dari sisi supply di sini memang ada satu kekhawatiran supply akan banyak sampai tahun depan. Barulah pada tahun 2020,2023 akan lebih sedikit jumlahnya," jelasnya.

 Baca juga: Perusahaan TI Sesaki Ruang Perkantoran Premium

Alasan mengapa turun pada 2022-2023 ini karena jumlah serapan yang relatif rendah. Sehingga, para developer mulai mengerem untuk membangun pusat-pusat perkantoran yang ada di Jakarta.

"Di sini sebenarnya sudah mulai ngerem. Hasil dari pandemi ini hasilnya sudah mulai kelihatan pada 2022 dan 2023. Di mana kalau kita melihat jumlah supply yang masuk itu jumlahnya lebih sedikit," kata Ferry.

Ferry menambahkan, meskipun mengerem namun pengerjaan dan penyelesaian gedung-gedung perkantoran ini akan tetap sesuai dengan jadwal. Bahkan pada semester II-2020 ini akan ada gedung perkantoran yang akan selesai.

"Kemudian kalau kita lihat dari semester II-2020 sampai 2023 semuanya masih akan selesai dengan perkiraan karena semuanya masih dalam tahap konstruksi. Kalau kita lihat tambahan dari semester 2 sampai 20204 tambahan 1,22 juta dimana 60%-nya masih ada di daerah CBD," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini