Deputi Gubernur BI Baru Diumumkan Besok, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Dipilih

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 12 Juli 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 20 2245094 deputi-gubernur-bi-baru-diumumkan-besok-pertimbangkan-hal-ini-sebelum-dipilih-e4FfYhjY9n.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komis XI DPR RI mengumumkan keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin, 13 Juli 2020. Hal ini setelah ketiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia menjalani serangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang berlangsung dua hari.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan yang perlu jadi pertimbangan adalah kemampuan deputi gubernur BI untuk membaca arah kebijakan moneter global khususnya terkait aliran likuiditas dari negara maju.

"Saat ini Indonesia cukup beruntung karena ada Quantitative Easing dari Bank Sentral AS yang masuk ke negara berkembang. Tapi ketika terjadi tappering off maka resiko capital outflow membayangi Indonesia," kata Bhima di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Deputi Gubernur BI Akan Diumumkan Senin Depan, Siapa yang Akan Dipilih? 

Menurut Bhima, yang dibutuhkan intuisi dan analisis yang kuat, langkah antisipasi apa yang dibutuhkan deputi gubernur BI untuk mencegah outflow dana asing tersebut.

"Berikutnya terkait dengan koordinasi fiskal dan moneter harus lebih harmonis. Bukan berarti BI dibawah otoritas fiskal dan meninggalkan independensi nya, tapi perlu perbaikan koordinasi sehingga stimulus fiskalnya jalan dan paralel stimulus moneter juga jalan," katanya.

Bhima menambahkan kemampuan untuk menyiapkan worst scenario akibat burden sharing. Kebijakan burden sharing punya implikasi negatif bagi ekonomi salah satunya adalah kenaikan inflasi paska 2020 akibat bertambahnya jumlah uang beredar.

Baca Juga: Yuk Intip Rekam Jejak 3 Calon Deputi Gubernur BI Pilihan Jokowi 

Pasalnya, jika inflasi naik tinggi maka daya beli masyarakat akan tertekan. Ini kuncinya BI mengendalikan inflasi dari sisi lainnya yakni volatile food atau bahan pangan.

"BI tentu tidak bisa bekerja sendiri tapi harus kerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah. Ini pentingnya fungsi TPID dijalankan dengan lebih optimal," katanya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini