Memulai Bisnis Pakai Duit Pesangon yang Minim Risiko, Untungnya Gede

Natasha Oktalia, Jurnalis · Minggu 12 Juli 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 320 2245127 memulai-bisnis-pakai-duit-pesangon-yang-minim-risiko-untungnya-gede-fHX5X5AGz5.jpg E-Commerce (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Memulai bisnis bisa menjadi salah satu opsi bagi para pekerja untuk mendapatkan penghasilan kembali setelah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebab langkah ini lah yang bisa dilakukan untuk memperpanjang nafas agar dapur bisa tetap ngebul

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, memulai bisnis memang menjadi salah satu solusi agar dapur tetap ngebul pasca-terkena PHK. Sambil menjalankan bisnis, bisa juga memulai untuk mencari-cari pekerjaan baru.

"Sebenarnya tergantung dari kemampuan tiap-tiap orang. Kemampuan dan kemauan sih kalau menurut saya. Karena kalau bicara boleh enggak sambil nyari kerja, saya bisnis kecil-kecilan dulu menurut saya sebaiknya memang seperti itu. Karena paling enggak kan walaupun jumlahnya enggak seberapa tapi ada penghasilan yang masuk," ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Tips Liburan bagi Pekerja yang Terkena PHK, Cari yang Gratisan 

Menurut Andi, dalam memulai bisnis ada baiknya mencari jenis usaha yang minim risiko. Bahkan kalau bisa, harus bisa meminimalisir jumlah modal yang dikeluarkan.

"Cari yang benar-benar minim risiko misalnya oh saya kalau risiko pasti ada aja. Risiko udah keluar modal tapi barangnya enggak laku. nah misalnya mau meminimalisir risiko ya carilah yang enggak perlu modal dulu," katanya.

Salah satu contohnya adalah dengan memulai bisnis reseller. Karena, untuk memulai bisnis reseller ini tidak perlu mengeluarkan banyak modal.

"Contohnya apa ? Cotohnya nyari sekarang banyak reseller. Berarti kita istilahnya cuma bantu nawarin doang," ucapnya.

Sebagai salah satu contohnya adalah misalnya mencari produk yang bisa di reseller. Nantinya, produk yang didapatkan ini bisa dipasarkan lewat media sosial.

Baca Juga: Bisnis Sampingan Punya Risiko, Begini Cara Atasinya 

Namun harga jual yang ditawarkan bisa dinaikan sehingga gap keuntungannya itu bisa diklaim. Misalnya adalah menjual produk seharga Rp500.000.

Maka produk tersebut bisa dijual dengan harga Rp550.000. Keuntungan Rp50.000 itu nantinya bisa diklaim sebagai pendapatan.

"Misalnya ada barangnya, jual harga Rp500.000 saya bilang boleh enggak saya jual naikin harganya, boleh saja. Nanti dari selisih harga itu yang jadi keuntungan saya. Jadi saya cuma bantuin promosiin woro-woro di sosial media dimanapun. Jadi ketika laku tinggal kirim. Istilahnya saya enggak modal apapun. Jadi ada beberapa penjual yang memperbolehkan dengan cara resseler itu. Kenapa enggak dimanfaatin buat kita minim risiko juga," katanya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini