Isu Reshuffle Kabinet, Erick Thohir: Kita Harus Siap Diangkat dan Dicopot

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 12 Juli 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 320 2245166 isu-reshuffle-kabinet-erick-thohir-kita-harus-siap-diangkat-dan-dicopot-HPekvFm7BW.jpg Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara terkait isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Dirinya menyebut hal itu adalah risiko yang siap dihadapi.

"Dari awal saya diangkat jadi Menteri, saya selalu mengatakan kita harus siap diangkat dan siap juga jika harus dicopot. Karena kita adalah pembantu Presiden," ujar Erick dikutip dari akun Instagramnya @erickthohir, Minggu (11/7/2020).

Dirinya mengatakan, berbagai program kerja di Kementerian BUMN dilakukan semaksimal mungkin agar mampu mencapai key performance index (KPI) yang sudah ditetapkan. Hal itu dilakukan melalui kerja sama yang solid.

Baca Juga: Arahan di Tengah Pandemi Covid-19, Jokowi Sebut Reshuffle hingga Bubarkan Lembaga Negara 

Namun demikian, lanjut dia, penilaian kinerja ditentukan oleh Presiden Jokowi. Karena itu, dukungan berupa penilaian dan masukan sangat membuat pihaknya bekerja lebih baik lagi.

"Penilaian akhirnya diserahkan kepada Presiden. Review dan masukan sangatlah penting bagi kami untuk dapat terus bertransformasi menjadi semakin baik lagi, untuk Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam pidato arahan Sidang Kabinet sempat marah dan mengancam akan me-reshuffle kabinet jika penanganan Corona masih 'biasa-biasa' saja. Presiden bilang, penanganan Corona hingga saat itu belum mengalami progress yang signifikan.

 

Baca Juga: Menhub Enggan Jawab Isu Reshuffle 

Seperti diketahui, akun Youtube Sekretariat Presiden mempublikasikan rapat internal kabinet paripurna yang dilaksanakan Kamis (18/6/2020). Dalam rapat tersebut Kepala Negara menegur anggota kabinet yang dinilai biasa-biasa saja menyikapi situasi krisis saat ini karena dampak pandemi Covid-19.

Dalam video tersebut, Jokowi meluapkan kejengkelannya karena penanganan Covid-19 dinilai tak serius. Jokowi bahkan tak segan melakukan reshuffle demi memprioritaskan rakyat Indonesia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini