Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usaha Digital Printing Bisa Balik Modal dalam Waktu 7 Bulan, Caranya?

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 14 Juli 2020 |21:10 WIB
Usaha Digital Printing Bisa Balik Modal dalam Waktu 7 Bulan, Caranya?
Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Kalau kamu sering jalan ke mal atau pusat perbelanjaan pasti akan menjumpai pusat percetakan digital. Biasannya, pusat percetakan digital ini bisa mencetak foto dengan pixel kecil dari handphone, foto kreasi yang sudah hasil olahan digital lain dengan mudah dicetak di mana saja.

Harganya pun kini makin terjangkau, seiring dengan perkembangan teknologi digital sendiri. Bahkan sekarang banyak jasa cetak foto digital ukuran 4R hanya dengan biaya Rp1000 saja.

Bahkan dengan aneka perkembangan yang terus maju, kini untuk mencetak foto di media apa saja dapat dilakukan dengan mudah. Mulai dari mencetak di atas kaos, mug atau cangkir hingga ke berbagai media dengan mudah dilakukan.

Hal ini bisa menjadi peluang untuk mengembangkan usaha berbasis sentuhan digital dengan mudah dan bahkan murah. Apalagi bagi anak muda seperti kamu, pasti menyukai souvenir yang khas bikinan sendiri. Nah dengan media digital ini keinginan untuk mencetak secara terbatas pada benda-benda kenangan juga bisa dilakukan dengan cukup mudah.

Baca Juga: 5 Persiapan yang Harus Diketahui Sebelum Memulai Usaha Baru

Lalu bagaimana dengan keuntungannya? Jika kamu benar-benar cermat kini sudah menjamur perusahaan-perusahaan penyedia alat pencetak digital berbagai media dengan harga yang relatif terjangkau. Yang menjadi lebih hebat, tinta untuk mencetaknya bisa didapat dengan biaya yang sangat murah dengan kualitasnya tidak cukup oke.

Jadi jenis usaha ini sangat memiliki prospek yang sangat bagus. Sebagai gambaran, untuk membuat kaos dengan desain sendiri, bahan bakunya hanya sekitar Rp20 ribu saja. Namun kamu bisa menjualnya dengan harga sekitar Rp35.000.

Sementara untuk membuat kartu nama digital, per 100 biji bahan dasarnya bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp20.000. Namun kamu bisa menjualnya dengan harga di atas Rp35.000.

Nah buat kamu yang sudah penasaran banget dengan prospek dari usaha ini, tenang Okezone sudah merangkumnya buat kamu. Mengutip dari buku 'Peluang Usaha untuk Anak Muda' karya Agoeng Widyatmoko, berikut hal-hal yang harus disiapkan untuk membuka bisnis fotografi:

Baca Juga: Berkah Tahun Ajaran Baru, Pedagang Seragam Sekolah Banjir Orderan

1. Lokasi

Untuk usaha jenis seperti ini diusahakan mencari tempat yang strategis dan banyak dilalui oleh orang. Kamu juga bisa mencari lokasi yang dekat dengan pemukiman anak mudah seperti daerah kos-kosan atau dekat kampus dan sekolah SMA. Namun akan lebih baik jika kamu sewa tempat sendiri di mal.

Sebab jika di dalam pusat perbelanjaan, kamu bisa memajang hasil produk digital kamu di toko atau di tempat-tempat yang terlihat oleh lalu lalang orang. Namun jika kamu belum punya modal yang cukup, tenang kamu bisa coba cari rekanan untuk join sehingga bisa mendapat tempat yang benar-benar strategis. Hal ini diperlukan karena usaha jenis seperti ini akan lebih mudah menarik konsumen jika terletak di daerah yang cukup padat orang.

2. Modal Kerja

Modal utama dari usaha ini adalah peralatan cetak digital. Ada banyak cara untuk mendapatkannya. Saat ini yang paling mudah adalah mencari di pertokoan yang menjual peralatan komputer karena biasannya di sanalah materi cetakan digital banyak dijual. Harganya bisa sangat bervariasi. Untuk yang sudah tinggal mengoperasikan harganya sekitar Rp10 hingga 15 jutaan saja.

Namun jika modal kamu terbatas, kamu bisa mulai dengan menyediakan printer yang bisa diisi ulang tintanya dengan kapasitas cetakan yang cukup prima yang mana harganya sekitar Rp2 jutaan. Selain itu, modal yang perlu dikeluarkan untuk kebutuhan awal adalah lokasi. Jangan lupa untuk membuat etalase yang menarik untuk memajang produk apa saja yang bisa kamu tangani.

3. Biaya Operasional (Operational Cost).

Kebutuhan utama untuk operasional usaha digital printing adalah tinta cetak, kertas media pencetak dan aneka produk penunjang lainnya seperti bahan kaos atau mug. Pengeluaran lain yang dibutuhkan adalah biaya listrik, serta biaya sewa tempat strategis.

Selain itu, kamu perlu menyisihkan biaya operasional kamu untuk membayar pekerja sebagai asisten kamu.

Baca Juga: Berkah Tahun Ajaran Baru, Pedagang Seragam Sekolah Banjir Orderan

4. Karyawan

Secara teknis kamu hanya perlu seorang asisten yang paham mengoperasikan alat-alat cetak digital yang kamu miliki. Ke depan, jika usaha kamu makin berkembang, pertimbangkan juga untuk mencari pekerja yang benar-benar paham soal desain sehingga setiap saat kamu bisa menghasilkan produk yang up to date.

Namun, bayaran yang diberikan pada ahli desain pun tentunya akan lebih besar. Namun untuk meminimalisir biaya kamu bisa join usaha dengan rekan yang paham soal desain ini.

5. Promosi

Bagian terpenting dari usaha adalah bagaimana mempromosikan usaha kamu. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mempromosikan usaha kamu ini. Salah satunya adalah dengan memajang hasil produk cetakan digital yang setiap hari dilewati banyak orang.

Cara lain adalah dengan membuat kartu nama yang unik dengan desain menarik. Kartu nama yang seperti ini bisa menjadi bahan promosi juga. Sebab jika desainnya menarik, akan membaur orang percaya bahwa kamu cukup ahli dalam membuat cetakan digital yang menarik.

Promosi lainnya juga bisa dengan mengadakan paket promosi. Misalnya dengan memesan kaos minimal tiga buah, bisa mendapat gratis mug atau kartu nama satu set. Dalam hal ini, biasanya bonus barang gratis akan lebih menarik orang dari pada kamu memberikan diskon pada pelanggan.

6. Kendali keuangan

Urusan keuangan ini kembali lagi menjadi sesuatu yang sangat viral. Usaha digital seperti ini sangat padat modal dan perkembangannya sangat cepat. Untuk itu, investasi alat-alat cetak digital perlu kamu rencanakan sejak awal. Sebab dengan alat-alat penunjang yang makin canggih, konsumen pun akan lebih dimanjakan dengan keunggulan produksi digital kamu.

Berikut perkiraan BEP Usaha Digital Printing

1. Investasi modal alat cetak, komputer Rp15 juta

2. Penyediaan tempat, etalase, meja kerja dan lain-lain Rp3 juta

3. Sewa tempat Rp1 juta per bulan

4. Operational cost: tinta, kertas cetak, listrik, telepon dan lain-lain Rp1,5 juta per bulan.

5. Karyawan Rp 1,5 juta (Rp750 ribu x 2 karyawan)

6. Materi promosi (spanduk, brosur, selebaran dan lain-lain) Rp1 juta.

Total pengeluaran Rp23 juta.

7. Perkiraan pendapatan per hari Rp3000 hingga Rp20000 dari hasil jualan kartu nama, pembuatan brosur dan pesanan desai dan lain-lain. Rp7,5 juta (Rp250.000 kali 30 hari)

8. Laba per bulan (pendapatan per bulan minus operational cost, sewa lahan, dan biaya karyawan) adalah Rp3,5 juta.

9. Perkiraan balik modal (pengeluaran awal/ laba per bulan) sekitar 6-7 bulan

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement