Ketua BPK: Pelaporan Benny Tjokro Tak Akan Dicabut, Dia Sudah Memberikan Keterangan Palsu

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 20 2247526 ketua-bpk-pelaporan-benny-tjokro-tak-akan-dicabut-dia-sudah-memberikan-keterangan-palsu-uQpmkXdSGn.jpg Benny Tjokro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna tidak akan mencabut laporan Benny Tjokro ke Bareskrim Polri. Sebab, terdakwa korupsi kasus Jiwasraya itu telah mencemarkan nama baik dan memberikan keterangan palsu di persidangan.

Baca Juga: BPK Sudah Kantongi Total Kerugian dari Kasus Jiwasraya 

Laporan itu resmi terdaftar dengan nomor laporan LP/B/0347/VI/2020/Bareskrim. Dalam hal ini, Benny Tjokro dipersangkakan dengan pasal 207 KUHP, 310 KUHP dan 311 KUHP.

"Bukan hanya melakukan pencemaran nama baik tapi juga memberikan keterangan palsu dengan konsepsi hukum yang sudah kita jelaskan," kata Agung di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga: BPK Akan Laporkan Benny Tjokro ke Mabes Polri 

Dia menyatakan pihaknya telah menjalani tugas dengan baik sebagai lembaga negara dalam menghitung kerugian negara dalam kasus Jiwasraya.

"Yang dilakukan oleh BPK sebagai lembaga eksternal adalah melakukan perhitungan kerugian negara, metode yang digunakan dalam perhitungan kerugian negara berbeda dengan metode audit yang lain perhitungan kerugian negara dilakukan setelah ada permintaan dari kejaksaan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan akan menindaklanjuti laporan dari Ketua BPK Agung Firman Sampurna soal laporannya terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

"Sesuai SOP yang ada setelah beliau melaporkan tentunya kami akan menindaklanjuti dengan proses laporan tersebut kami akan siapkan penyidik untuk laksanakan penyelidikan," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin 29 Juni 2020.

Menurut Listyo, dalam proses penyelidikan itu nantinya jajaran Bareskrim akan menggelar perkara untuk menentukan apakah laporan tersebut akan naik ke tahap penyidikan atau tidak.

"Nanti dari hasil lidik itu tentunya kita akan gelarkan untuk bisa naik sidik atau tidak tentu semua berproses," ujar Listyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini