JAKARTA - Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi, hidroponik bisa diartikan sebagai suatu cara budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.
Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik belakangan ini cukup populer di kalangan petani, bahkan di perumahan. Ada yang sekedar hobi dan menanam sayuran hidroponik di rumah dalam skala kecil menggunakan metode sederhana.
Baca juga; Keuntungan Lembur saat Weekend, dari Ketenangan hingga Hemat
Sistem hidroponik dapat memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang lebih terkontrol. Penggunaan sistem hidroponik tidak mengenal musim dan tidak memerlukan lahan yang luas dibandingkan dengan kultur tanah untuk menghasilkan satuan produktivitas yang sama.
Dikutip dari buku "Kiat Sukses Budidaya Cabai Hidroponik" oleh Hendra Setiawan, Jakarta, Minggu (19/7/2020), berikut ini adalah faktor penentu pertumbuhan tanaman hidroponik, yaitu:
1. Air
Kualitas air dalam tanaman hidroponik bisa menjadi masalah yang serius, sebab air dengan alkalinitas berlebih atau kadar garam tinggi dapat mengakibatkan ketidakseimbangan kandungan nutrisi dan gangguan pertumbuhan tanaman.
Baca juga: Tak Sembarangan, Bisnis Recehan Hasilkan Cuan
2. Oksigen
Selain digunakan untuk respirasi, oksigen juga dibutuhkan tanaman dalam sistem perakaran, yaitu untuk menyerap air dan unsur hara.
3. Cahaya
Umumnya, jenis tanaman sayuran daun, buah, dan juga bunga memerlukan sekurangnya delapan sampai sepuluh jam sinar matahari langsung setiap harinya. Hal tersebut untuk menghasilkan kualitas tanaman yang baik.
4. Suhu
Tanaman akan dapat tumbuh dengan baik hanya dalam rentang suhu terbatas. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman akan terganggu, sehingga mengurangi produktivitas pada tanaman tersebut.