Masih Gaptek, Baru 9,4 Juta UMKM Melek Digital

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 320 2249717 masih-gaptek-baru-9-4-juta-umkm-melek-digital-od6UYi3CXy.jpg E-Commerce (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Sebanyak 9,4 juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tercatat sudah melaksanakan transaksi dan pemasaran secara digital. Jumlah itu terbilang masih sangat kecil bila dibandingkan dengan total seluruh pebisnis UMKM yang mencapai 64,19 juta. Sisanya masih gagap teknologi (gaptek)

“Kita menyadari bahwa pengguna UMKM yang gunakan ekonomi digital itu baru mencapai 9,4 juta unit usaha UMKM,” kata Deputi Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam diskusi virtual, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga: UMKM Bantalan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Covid-19 

Dia menyebut salah satu cara untuk membangkitkan geliat perekonomian UMKM di Tanah Air adalah dengan cara mendorong mereka untuk menjalankjan program digitalisasi. Sebab, akibat adanya pandemi Covid-19, maka sudah harus meninggalkan transaksi konvensional atau tatap muka.

“Kita ketahui perkembangan ekonomi digital berkembang pesat. Kita menyadari bahawa era Covid ini sulit lakukan interaksi, sehingga peranan ekonomi digital sangat penting di dalam mendorong pertumbuhan,” kata dia.

Baca Juga: 6 Fakta Bantuan UMKM yang Kurang Dimaksimalkan 

Dia memprediksi pada tahun 2025 total transaksi ekonomi digital di Indonesia mencapai USD133 miliar. Hal itu tentu saja harus didorong dengan pengembangan UMKM yang melaksanakan program digitalisasi agar produk yang mereka jual dapat laku di pasaran.

“Di satu sisi kita ingni mencegah Covid-19 tidak tersebar, satu sisi kita inigin menggerakkan roda perekonomian kita. Oleh karena itu, ini mencari terobosan-terobosan untuk melaaksanakan program digital. Atau untuk mempercepat digitalisasi penjualan barang-barangnya,” ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini