TikTok Lirik Pindah ke Inggris, Imbas Perang Dagang China vs Amerika

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 320 2249732 tiktok-lirik-pindah-ke-inggris-imbas-perang-dagang-china-vs-amerika-bwaOvBRdaj.jpg TikTok (Foto: Business Insider)

JAKARTA - TikTok masih mempertimbangkan untuk membuka kantor pusatnya di London. London sendiri merupakan kantor pusat TikTok di Eropa.

Berdasarkan kabar lain, TikTok menunda rencana untuk mendirikan markas besar global di Inggris yang akan menciptakan hingga 3.000 pekerjaan. Laporan tersebut menyatakan bahwa pembicaraan antara Departemen Perdagangan Internasional dan perusahaan induk TikTok ByteDance telah dihentikan karena alasan kisruh geopolitik yang lebih luas.

Baca Juga: Petaka TikTok Tari India Bareng Wanita di Atas Meja, Kadis Pariwisata Dicopot

Namun sumber lain menyebutkan mengenai pemindahan kantor pusatnya ke London masih terus bergulir karena meningkatnya ketegangan antara AS dan China. Sebuah sumber yang dekat dengan aplikasi media sosial milik China mengatakan, mereka belum memutuskan di mana menempatkan kantor pusatnya.

Dalam penempatan kantornya, ByteDance mempertimbangkan beberapa faktor. Khususnya agar keputusan kantor baru ini tidak menimbulkan reaksi politik terhadap beberapa perusahaan China lainya seperti yang terjadi pada Huawei yang kini telah dilarang di beberapa negara.

Baca Juga: Viral TikTok Tari India di Atas Meja, Kadispora Bondowoso Dicopot

TikTok telah berusaha keluar dari bayang-bayang pemilik China dengan mempekerjakan CEO Amerika (mantan kepala streaming Disney, Kevin Mayer). Selain itu, TikTok juga mulai membuka kantor lokal di negara-negara di seluruh dunia.

Kantor terbesar TikTok adalah di Los Angeles, London, dan New York. TikTok tidak mengungkapkan berapa banyak orang yang dipekerjakannya, tetapi LinkedIn menunjukkan memiliki 4.566 karyawan di seluruh dunia, naik dari 2.948 karyawan pada bulan Mei. Pada bulan Desember, The Wall Street Journal melaporkan bahwa TikTok sedang mencari kantor pusat global di luar China.

“UK adalah salah satu pasar terpenting kami secara global, dengan tim yang berbakat dan beragam di London, termasuk kepemimpinan senior. UK karyawan meningkat empat kali lipat selama setahun terakhir dan kami berharap pertumbuhan yang kuat terus. Kami tetap berkomitmen penuh untuk berinvestasi di London,” kata juru bicara ByteDance dilansir dari CNBC, Selasa (21/7/2020).

TikTok adalah aplikasi video tempat orang dapat berbagi klip pendek hingga 60 detik. Biasanya orang mengupload video sinkronisasi bibir, tarian, trik dan berbagai hal lain yang berpotensi menjadi viral.

Saat ini, TikTok telah diunduh lebih dari 2 miliar kali, menurut perusahaan pemantau aplikasi Sensor Tower. Namun, negara-negara Barat khawatir bahwa perusahaan teknologi China akan digunakan untuk spionase oleh Beijing.

Akibatnya, perusahaan seperti Huawei menjadi 'incaran' lebih dari sebelumnya. Pekan lalu, UK memberikan pukulan besar kepada Huawei, dengan menetapkan peralatan telekomunikasi perusahaan tidak memiliki jaringan seluler 5G. Padahal Huawei sudah meminta kepada pemerintah Inggris untuk mempertimbangkan kembali langkah itu. Mereka menduga tekanan datang dari Presiden Donald Trump.

Baca Juga: TikTok Terancam Diblokir AS, Pesaing Mulai 'Unjuk Gigi'

Namun kini pemerintah sekarang mengalihkan perhatian mereka ke TikTok, yang dituduh AS menyensor konten yang sensitif secara politik dan berbagi data dengan Partai Komunis Tiongkok. Perusahaan membantah tuduhan itu.

Awal bulan ini, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan AS sedang melihat pelarangan TikTok dan aplikasi media sosial Tiongkok lainnya. TikTok dilarang di India bersama dengan puluhan aplikasi China lainnya pada akhir Juni dan beberapa politisi Inggris ingin melihat TikTok juga dilarang.

Duncan Smith, mantan kepala Partai Konservatif AS mengatakan TikTok harus dilarang karena kedekatannya dengan layanan intelijen Tiongkok. Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan keputusan ByteDance tentang lokasi markas global mereka adalah keputusan komersial untuk perusahaan. Dirinya menyebut UK akan mendukung apapun untuk pertumbuhan pekerjaan di UK

“UK adalah pasar yang adil dan terbuka untuk investasi yang mendukung pertumbuhan dan pekerjaan UK,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini