TikTok Lirik Pindah ke Inggris, Imbas Perang Dagang China vs Amerika

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 320 2249732 tiktok-lirik-pindah-ke-inggris-imbas-perang-dagang-china-vs-amerika-bwaOvBRdaj.jpg TikTok (Foto: Business Insider)

TikTok adalah aplikasi video tempat orang dapat berbagi klip pendek hingga 60 detik. Biasanya orang mengupload video sinkronisasi bibir, tarian, trik dan berbagai hal lain yang berpotensi menjadi viral.

Saat ini, TikTok telah diunduh lebih dari 2 miliar kali, menurut perusahaan pemantau aplikasi Sensor Tower. Namun, negara-negara Barat khawatir bahwa perusahaan teknologi China akan digunakan untuk spionase oleh Beijing.

Akibatnya, perusahaan seperti Huawei menjadi 'incaran' lebih dari sebelumnya. Pekan lalu, UK memberikan pukulan besar kepada Huawei, dengan menetapkan peralatan telekomunikasi perusahaan tidak memiliki jaringan seluler 5G. Padahal Huawei sudah meminta kepada pemerintah Inggris untuk mempertimbangkan kembali langkah itu. Mereka menduga tekanan datang dari Presiden Donald Trump.

Baca Juga: TikTok Terancam Diblokir AS, Pesaing Mulai 'Unjuk Gigi'

Namun kini pemerintah sekarang mengalihkan perhatian mereka ke TikTok, yang dituduh AS menyensor konten yang sensitif secara politik dan berbagi data dengan Partai Komunis Tiongkok. Perusahaan membantah tuduhan itu.

Awal bulan ini, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan AS sedang melihat pelarangan TikTok dan aplikasi media sosial Tiongkok lainnya. TikTok dilarang di India bersama dengan puluhan aplikasi China lainnya pada akhir Juni dan beberapa politisi Inggris ingin melihat TikTok juga dilarang.

Duncan Smith, mantan kepala Partai Konservatif AS mengatakan TikTok harus dilarang karena kedekatannya dengan layanan intelijen Tiongkok. Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan keputusan ByteDance tentang lokasi markas global mereka adalah keputusan komersial untuk perusahaan. Dirinya menyebut UK akan mendukung apapun untuk pertumbuhan pekerjaan di UK

“UK adalah pasar yang adil dan terbuka untuk investasi yang mendukung pertumbuhan dan pekerjaan UK,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini