Defisit APBN 2020 Membengkak Jadi Rp257,8 Triliun, Begini Hitung-hitungannya

Safira Fitri, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 320 2249735 defisit-apbn-2020-membengkak-jadi-rp257-8-triliun-begini-hitung-hitungannya-11d2vnudpt.jpg APBN (Situs Kemenkeu)

JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2020 mencapai Rp257,8 triliun. Besaran tersebut setara 1,57% dari produk domestik bruto (PDB).

Bengkaknya defisit tersebut dikarenakan adanya anggaran yang dialokasikan untuk penanganan wabah virus Corona atau Covid-19. Covid-19 pun telah memperburuk perekonomian dunia tak terkecuali di Indonesia.

 Baca juga: Makin Buruk ke Rp257,8 Triliun, Defisit APBN Semester I-2020 Belum Separah 2016

Defisit proyeksi APBN 2020 juga sangat dipengaruhi oleh Pandemi Covid-19 dan membengkaknya belanja negara. Belanja negara ini didominasi untuk belanja bantuan sosial untuk Pandemi Covid-19.

Mengutip dari Instagram Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/7/2020), berikut beberapa rincian capaian pendapatan APBN pada semester 1 pada tahun 2020:

1. Realisasi Pendapatan Negara

Di Semester I-2020, realisasi pendapatan negara sebesar Rp811,2 triliun. Realisasi tersebut baru mencapai 47,72% terhadap target APBN 2020.

 Baca juga: Fakta Lambatnya Penyerapan Anggaran Kesehatan yang Buat Jokowi Geram

Adapun pendapatan tersebut berasal dari:

- Penerimaan pajak sebesar Rp 531,71 triliun (44,4% APBN),

- Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp184,5 triliun (62,7% APBN),

- Kepabeanan dan Cukai Rp93,2 triliun (45,3% APBN), dan

- Penerimaan Hibah Rp1,74 triliun (133,8% APBN).

Dampak dari Covid-19 pada pendapatan negara ialah penerimaan perpajakan membaik di bulan Juni, seturut dengan korporasi atau dunia usaha yang perlahan akan bangkit kembali. Selain itu, pendapatan BLU juga menjadi pendorong utama PNBP.

2. Capaian Belanja Negara

Selama satu semester, Realisasi belanja negara senilai Rp1.068,9 triliun. Besaran tersebut baru 39% dari target APBN 2020.

Adapun belanja negara tersebut terdiri dari:

- Belanja Pemerintah pusat Rp668,5 triliun (33,8% APBN) ,

- TKDD Rp400,4 triliun (52,4% APBN)

- Tranfer ke daerah sebesar Rp360,2 triliun (52% APBN), dan

- Dana desa Rp40,2 triliun (56,5% APBN).

Oleh karena itu, belanja negara didominasi oleh belanja bantuan sosial dalam rangka perlindungan sosial bagi masyarakat rentan miskin yang terdampak pandemi Covid-19.

Dan, pertama kali dalam sejarah, penyaluran Dana desa ke Rekening kas desa di semester satu telah melebihi setengah target dari pagunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini