Menko Luhut Sebut Kunjungan Wisata Indonesia Nyaris Anjlok 100%

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 320 2250443 menko-luhut-sebut-kunjungan-wisata-indonesia-nyaris-anjlok-100-o5wlhAbSpS.jpg Menko Luhut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Industri Pariwisata Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan yang luar biasa di tengah pandemi Covid-19. Di mana selama bulan Mei 2020 perjalanan wisata di Indonesia nyaris anjlok 100%.

"Jadi bulan Mei kemarin BPS mencatat perjalanan wisata turun hampir 100%," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam telekonferensi, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Hanya 163.600 Orang pada Mei 2020 

Kemudian, lanjut dia, kondisi saat ini berdampak pada pendapatan devisa negara yang berasal dari pariwisata. Dan adanya pandemi ini, devisa negara dari sektor pariwisata turun 97% secara tahunan.

"Devisa pariwisata juga turun 97% (yoy) dari USD1.119 juta menjadi hanya USD31 juta. Ini turunnya luar biasa sekali," ungkap dia.

Sebelumnya, pemerintah optimis kedatangan turis untuk berkunjung ke Bali bisa memulihkan ekonomi. Hal tersebut juga menjadi awal pulihnya industri pariwisata.

Baca Juga: Perjalanan Dinas PNS untuk Bangkitkan Pariwisata, Luhut: Jangan Dikritik 

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratuboko (Persero) Edy Setijono menyebut, turis asal Tiongkok menjadi harapan berkembangnya pariwisata di Indonesia.

"Tiongkok jadi harapan buat kita. Kita harap di 2020 Tiongkok berdampak bagi wisata Indonesia. Tiongkok ada di posisi kedua setelah Malaysia," kata Edy dalam diskusi virtual di Jakarta.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini