Selanjutnya fase kedua adalah program pemulihan ekonomi dengan alokasi tambahan sebesar Rp1 triliun. Di mana dari total anggaran tersebut yang sudah dicairkan pencapai Rp.381,4 miliar. Dengan rincian untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp21,8 miliar ada 13 mitra. Lalu dengan pola syariah sebesar Rp109 miliar ada 21 mitra.
“Pembiayaan ini khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga 3% menurun atau sekitar 1,5% flat per tahun untuk menjangkau sekitar 4,8 juta UMKM anggota koperasi,” ungkapnya.
Terakhir adalah fase program penumbuhan ekonomi. Teten mengatakan telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.
Lebih lanjut Teten mengatakan koperasi simpan pinjam dan Koperasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan yang murah dan mudah bagi UMKM
“Ini juga bagian dari upaya kami untuk membangun kelembagaan yang lebih mudah. Sebab jumlah UMKM terlalu besar bapak, 64 juta dan mencar di mana-mana, kecil-kecil. Kalau kita tidak sederhanakan kelembagaan, channeling-nya ini agak berat di pembinaan,” pungkasnya.
(Fakhri Rezy)