Share

Garuda Indonesia Fokus ke Bisnis Kargo, Tak Lagi Layani Penumpang?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 320 2251398 garuda-indonesia-fokus-ke-bisnis-kargo-tak-lagi-layani-penumpang-UorB4FF7Uz.jpg Garuda (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) babak belur akibat adanya pandemi Covid-19. Bahkan, pendapatan Garuda Indonesia turun hingga 90% karena minimnya penumpang.

Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra mengatakan, saat ini Garuda Indonesia melakukan strategi efisiensi dengan fokus pada bisnis kargo selain tetap memaksimalkan upaya untuk meningkatkan penumpang di masa normal baru (new normal) hingga kondisi benar-benar pulih.

Baca Juga: Utang Rp32 Triliun hingga Rugi Bikin Garuda Hanya Bertahan 4 Tahun? Ini Faktanya 

Namun begitu, dia tidak ingin menyebut bahwa kargo akan menjadi bisnis modern dari Garuda Indonesia itu sendiri. Tetapi hanya menambah jumlah dan kapasitas baik karyawan dan tempat agar bisnis angkutan barang itu berjalan baik.

"Itu bukan perubahan bisnis modern, tapi lebih fokus ke kargo karena selama ini kita sangat ahli di penumpang. 95% orang Garuda ngurusin penumpang sisanya ngurusin kargo, jadi kita coba fokus juga ke kargo," ujar Irfan dalam Webinar, Jumat, (24/7/2020).

Baca Juga: Dikasih Dana Talangan Rp8,5 Triliun, Bos Garuda: Belum Cukup 

Dia mengklaim kondisi maskapai penerbangan pelat merah mulai membaik karena bisnis kargo. Sebelum pandemi industri penerbangan hanya berkonsentrasi pada penumpang, maka di masa pandemi ini manajemen Garuda Indonesia mengambil langkah efisiensi dengan memperkuat kargo.

Bahkan, Irfan menyebut tahun ini pihaknya harus menerima kedatangan pesawat baru khusus kargo, hanya saja kondisi finansial perseroan anjlok maka kedatangan itu ditunda sementara.

"Tahun ini kita kedatangan pesawat khusus kargo, hanya karena kondisi keuangan kita, maka kita lakukan penundaan. Jadi ke depan kita coba fokus lagi ke kargo," ujarnya.

Untuk menutupi kerugian, Garuda Indonesia juga mulai mengimbangi pendapatan penumpang dan pendapatan kargo. Di mana emiten akan melakukan pengiriman barang dari satu kawasan ke kawasan lain, khususnya wilayah destinasi wisata yang mulai digalakkan pemerintah.

"Kita mampu melakukan itu, bahkan hari ini ada lebih dari 10 penerbangan per hari yang isinya hanya kargo. Sebelumnya belum ada. Dan kita juga bekerja sama dengan kawan-kawan di Indonesia timur untuk memulai mengirim produk dan barang-barang ke beberapa daerah, bahkan langsung ke China," lanjut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini