Dirut Garuda: Kami Satu-satunya BUMN yang Potong Gaji, Saya Kaget

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 320 2251434 dirut-garuda-kami-satu-satunya-bumn-yang-potong-gaji-saya-kaget-hiIcptDGCi.jpg Dirut Garuda Irfan Kaget (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra kaget soal kebijakan pemotongan gaji karyawan yang tidak diikuti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Dirinya menyebut satu-satunya BUMN yang memotong gaji karyawan hanyalah Garuda Indonesia.

"Garuda satu satunya (BUMN) yang potong gaji, tapi saya enggak tahu kenapa BUMN lain belum mengikuti, kaget juga saya, tapi kondisi mereka baik baik saja, saya enggak tahu itu," ujar Irfan dalam webinar, Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Baca Juga: Dirut Sebut yang Bisa Selamatkan Garuda Indonesia Hanya Penumpang 

Irfan menjelaskan, tidak banyak yang dapat dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19 yang memberi efek negatif pada aspek finansial maskapai penerbangan, termasuk Garuda. Di satu sisi, perseroan harus mengeluarkan dana untuk membayar karyawan. Sedangkan di lain sisi, income perusahaan menurun drastis.

Dengan kondisi seperti itu, langkah efisiensi yang diambil manajemen Garuda Indonesia adalah dengan memotong gaji karyawan 10%-50%, baik dari level staf, jajaran direksi maupun komersial, di mana semakin tinggi jabatannya pemotongan gaji (take home pay) semakin besar.

Baca Juga: Garuda Indonesia Fokus ke Bisnis Kargo, Tak Lagi Layani Penumpang? 

Melihat Lebih Dekat Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 NEO

Keputusan pemotongan gaji itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay terkait Kondisi Pandemi COVID-19.

Selain itu, manajemen maskapai penerbangan plat merah juga melakukan percepatan kontrak terhadap pilot, kontrak yang diistilahkan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) diselesaikan lebih dini.

Tercatat setidaknya ada sekitar 135 orang yang PKWT-nya diselesaikan secara dini. Dari efisiensi itu, kata Irfan, pihaknya berharap bisa menghemat hingga USD67 juta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini