Dihantam Corona, Bagaimana Keadaan Pasar Keuangan Negara Berkembang?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 320 2251452 dihantam-corona-bagaimana-keadaan-pasar-keuangan-negara-berkembang-0qwzHf7Cpe.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai kondisi pasar keuangan pada negara berkembang atau Emerging Market (EM) yang mengalami perbaikan.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman mengatakan kondisi pasar keuangan membaik terlihat dari yield obligasi negara dan nilai tukar sudah stabil dan membaik.

"Karena kalau kita lihat dari yield obligasi itu LC Government Bonds (SUN) 10 tahun mencapai 7% (year to date/ytd). Kemudian melonjak pada awal kemunculan covid-19, lalu perlahan kembali membaik di 6,79% ytd per 23 Juli 2020," ujar Lucky di dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: BI: Semua Negara Bisa Resesi

Sambung dia untuk yield USD Government Bonds 10 tahun, Luky menyebutkan ada perbaikan yang lebih besar.

“Begitu pun dengan yield USD kita. Perbaikannya malah lebih besar lagi 17,4%. Jadi di awal tahun kemudian di bulan Maret-April itu tinggi, tapi kemudian membaik lagi. Saat ini overall ytd-nya sudah membaik sebesar 17,4%,” jelasnya.

Baca juga: Ramalan IMF: Hampir Seluruh Negara Ekonomi Minus tapi China Tumbuh 1%

Dia menambahkan berbagai negara mengambil kebijakan yang sifatnya extraordinary baik kebijakan fiskal maupun moneter. Hal ini seiring dengan skema stimulus yang diberikan di setiap negara termasuk Indonesia

"Satu dalam bentuk size luar biasa dan banyak ambil kebijakan yang extraordinary jadi stimulus ini memberikan dampak positif di sektor keuangan global," tandasnya.

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini