Cara Atur Keuangan di Era Covid-19, Kurangi Jajan Minuman Kekinian

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252584 cara-atur-keuangan-di-era-covid-19-kurangi-jajan-minuman-kekinian-9U45PQQXWS.jpg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona membuat semua orang harus pintar-pintar dalam mengatur keuangan. Karena akan ada banyak kebutuhan yang tak terduga yang muncul pada saat pandemi ini.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, pada saat pandemi ini sangat penting adanya dana darurat. Hal ini bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan tak terduga di saat pandemi.

Sementara kebutuhan yang sifatnya ke arah lifestyle atau foya-foya ada baiknya distop atau dikurangi lebih dahulu. Anggaran leasure atau lifestyle sendiri biasanya sekitar 10% dari penghasilan yang bisa dialihkan seluruhnya menuju dana darurat.

Baca juga:  Cara Menabung yang Tepat agar Bisa Berkurban

“Mau enggak mau leasure yang dikurangi dengan ketat dialihkan sebagai dana darurat itu tadi. In case jaga-jaga seandainya benar terjadi gelombang PHK di tempatnya kerja dia sudah lebih siap untuk itu kan. Jadi memang alokasinya akan lebih banyak di situ,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (26/7/2020).

Andi menambahkan, pada situasi seperti saat ini harus mulai dikurangi pergi untuk piknik. Kalaupun memang sudah bosan di rumah dan ingin piknik ada baiknya dilakukan sesekali saja dan itu pun alangkah lebih baiknya yang murah biaya.

Baca juga: Mau Berkurban tapi Gaji Pas-pasan? Bisa Pakai Cara Ini

“Jadi ya walaupun kemarin sudah bosan di rumah terus atau enggak kemana mana saran saya sih ya tetap di rumah dulu. Pertama mengurangi kemungkinan terkena covid. Kedua mengurangi pengeluaran juga. Kalaupun mau keluar saking bosannya ya sudah sekali saja cukup enggak usah sering sering. Minggu ini sudah piknik minggu depan piknik lagi jangan,” kata Andi.

Selain itu kebutuhan makanan yang sifatnya pada jajanan juga harus mulai dikurangi. Seperti kopi dan makanan kekinian yang secara harga dan ongkos kirimnya cukup menguras dompet.

“Bisa juga gini kebutuhan kita kan makanan berat kita jadinya tergoda dengan kopi kekinian karena itu kan ongkirnya lumayan dan harganya juga lumayan. Coba deh yang begitu dikurangin,” jelasnya.

Menurut Andi, dana darurat ini juga bisa digunakan untuk berjaga-jaga ketika adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebab pada saat seperti ini, perusahaan tengah berusaha menyehatkan keuangannya agar lebih stabil.

Alokasi dana darurat ini juga dialokasikan untuk merintis bisnis sampingan. Namun bisnis sampingan yang dibuka juga ada baiknya dilakukan dengan modal yang rendah agar risikonya juga kecil.

“Mending uangnya dialokasikan untuk dana darurat atau mulai merintis bisnis sampingan itu tadi jadi jangan sampai. Karena kalau kita merintis bisnis sampingan kan kemungkinannya ada dua ketika awalnya coba coba eh berhasil, atau ternyata terjadi PHK kita sudah siap juga,” kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini