NEW YORK - Harga minyak mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (27/7/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan adanya harapan akan upaya stimulus untuk membantu merevitalisasi ekonomi AS.
Walaupun begitu, kenaikan tersebut tertahan saat perdagangan. Hal ini dikarenakan ketegangan antara AS-China.
Baca juga:Harga Minyak Merosot 2% Khawatir Jumlah Pengangguran Bertambah
Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (28/7/2020), harga minyak mentah Brent naik 7 sen ke USD43,41 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 31 sen menjadi USD41,60 per barel.
Senat dari Partai Republik akan mengungkapkan paket bantuan baru untuk dampak virus Corona. Pasalnya, bantuan tersebut mencapai USD1 triliun.
Baca juga: Darurat, Cadangan Minyak Akan Habis 7 Tahun Lagi
"Jika kita dapat memasukkan lebih banyak uang ke kantong konsumen, mereka akan membelanjakannya untuk barang dan jasa," kata analis senior di grup Price Futures Phil Flynn, di Chicago.
"Itu seharusnya mengarah pada lebih banyak permintaan bensin, lebih banyak perjalanan dan lebih banyak belanja," tambahnya.
Ketegangan baru antara dua ekonomi terbesar di dunia setelah penutupan konsulat di Houston dan Chengdu telah mengirim investor ke tempat yang aman, seperti emas dan obligasi, dan jauh dari aset berisiko seperti masa depan minyak.
Sementara itu, kasus global dari coronavirus baru melebihi 16 juta, dan virus ini melonjak di wilayah Amerika Serikat.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.