Defisit RAPBN 2021 Diperlebar demi Rp179 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 320 2253288 defisit-rapbn-2021-diperlebar-demi-rp179-triliun-ini-penjelasan-sri-mulyani-ujclfPY06z.png Sri Mulyani (Foto: Instagram)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa dengan pelebaran defisit menjadi 5,2% dalam RAPBN 2021, maka cadangan belanja yang dimiliki pemerintah sebesar Rp179 triliun. Dia mengatakan bahwa hal ini akan digunakan untuk belanja-belanja yang mendukung pemulihan ekonomi tahun depan.

“Kita akan memiliki cadangan belanja sebesar Rp179 triliun. Yang presiden akan tetapkan prioritas belanja untuk betul-betul mendukung pemulihan ekonomi nasional tahun depan,” katanya seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (28/7/2020).

Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Bikin Jokowi Perlebar Defisit RAPBN 2021 Jadi 5,2%

Dia mengatakan ada prioritas-prioritas itu yang akan didukung untuk ada penambahan belanja. Sektor tersebut salah satunya adalah ketahanan pangan. Lalu pembangunan kawasan industri yang didukung infrastruktur. Kemudian bidang teknologi informasi untuk meningkatkan dan pemerataan konektivitas Indonesia dari sisi teknologi digital.

“Kemudian Presiden menekankan bidang pendidikan dan kesehatan. Terutama untuk penanganan covid pasca-2020. Dan dukungan untuk biaya vaksin,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Lebarkan Defisit RAPBN 2021 Jadi 5,2% 

Sri mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali melakukan rapat untuk penggunaan anggaran tambahan dari adanya defisit ini . Hal ini untuk memastikan belanja benar-benar produktif dan didukung oleh rencana belanja yang baik.

“Dan dimintakan bahwa belanja ini benar-benar bisa tingkatkan produktivitas, kurangi kemiskinan dan pengangguran. Dan juga menimbulkan dampak ekonomi atau manfaat yang paling tinggi. Itu yang ditekankan presiden,” ungkapnya.

 Sri Mulyani

Dia mengaku Kemenkeu dan Bappenas sudah dapat banyak tambahan usulan belanja dari seluruh kementerian/lembaga. Dia mengatakan Presiden Jokowi memintanya untuk memfokuskan kembali belanja-belanja tersebut agar benar-benar dapat memulihkan perekonomian Indonesia.

“Bisa dilakukan untuk pulihkan ekonomi dan ciptakan kesempatan kerja. Serta kurangi kemiskinan secara lebih cepat. Untuk mengejar lagi dampak covid tahun ini yang tingkatkan jumlah pengangguran atau kemiskinan,” tuturnya.

Sri Mulyani akan segera menuntaskan penyusunan program-program prioritas. Pasalnya Presiden Jokowi akan segera menyampaikannya dalam pidato tahunan di DPR tanggal 14 Agustus 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini