Jika Kredit Macet Properti di Atas 5% Tanda Krisis

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 470 2253365 jika-kredit-macet-properti-di-atas-5-tanda-krisis-HdKM9yLtf0.jpeg Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Angka kredit macet atau non-performing loan (NPL) di sektor properti terhitung masih di dalam batas aman. Sejauh ini, meski diserang pandemi virus corona atau Covid-19, angka NPL dunia usaha properti masih di bawah 3%.

Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit mengatakan berdasarkan catatan dari pihak perbankan, bisnis properti terhitung masih aman. Sebab, dalam dua kuartal terakhir, pertumbuhan NPL tetap stagnan, yakni di bawah 3%.

Baca Juga: Sri Mulyani Tancap Gas Pulihkan Ekonomi tapi Bisa Ngerem Dadakan 

“NPL kita masih di bawah 3%, biasanya NPL yang mengarah kepada krisis kalau di atas 5%. Jadi artinya masih aman,” kata Panangian dalam acara Market Review di IDX Channel, Selasa (28/7/2020).

Dia memprediksi angka penjualan properti akan mengalami pada kuartal III dan IV tahun 2020. Hal tersebut seiring dengan bertumbuhnya ekonomi Indonesia yang kian menunjukkan tren yang positif.

“Kemungkinan di kuartal 3 ekonomi kita kan akan bertumbuh, jadi kuartal 4 akan membaik,” ujarnya.

Baca Juga: Kabar Baik, Indonesia Masih Bisa Selamat dari Jurang Resesi 

Dia menyebut, pengembang properti harus fokus terhadap penjualan rumah, apartemen dan ruko yang di bawah Rp1 miliar. Hal itu dilakukan agar mereka selamat dari serangan krisis akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

"Fokus pada rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar. Fokus dengan apartemen, ruko, town house di bawah Rp1 miliar. Jadi yang selama ini Rp2 miliar, itu lupakan dulu sekarang," kata dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini