Ternyata, Korporasi Butuh Modal Kerja Rp131 Triliun hingga 2021

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 320 2253964 ternyata-korporasi-butuh-modal-kerja-rp131-triliun-hingga-2021-EsaEetXjzW.jpg Kredit Modal Kerja untuk Korporasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pelaku usaha korporasi memerlukan tambahan kredit modal kerja mencapi Rp131 triliun. Rinciannya modal kerja tahun 2020 dibutuhkan Rp51 triliun sedangkan tahun 2021 mencapai Rp81 triliun pada 2021.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan tambahan kredit modal kerja ini digunakan untuk mendorong kembali kinerjanya setelah terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Oh Tidak! Defisit APBN 2021 Bisa Tekor di Atas 4% jika Covid-19 Tak Berakhir

"Potensinya besar sekali. Kami bersama perbankan harus mengomunikasikan ini dengan baik karena ada penjaminan dari LPEI dan PII," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Dia melanjutkan, tambahan modal kerja yang dibutuhkan korporasi itu karena mencermati besarnya nilai restrukturisasi kredit yang diajukan debitur korporasi yang hingga saat ini mencapai sekitar Rp449 triliun. Sedangkan, nilai restrukturisasi pelaku UMKM terdampak Covid-19 mencapai Rp327 triliun.

"Pelaku UMKM terdampak Covid-19 sebelumnya juga sudah digelontorkan penjaminan kredit modal kerja dengan realisasi modal kerja yang dikucurkan perbankan hingga saat ini mencapai Rp31 triliun dan diperkirakan akan bertambah," katanya.

Baca Juga: Defisit APBN 2020 Bengkak ke 6,34%, Ini Penjelasan Menkeu

Dia menambahkan, penjaminan kredit korporasi ini mengandeng bank-bank di Tanah Air dengan target kredit sebesar Rp100 triliun hingga 2021.

"Dalam program ini, pemerintah menunjuk LPEI sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia untuk mejamin risiko loss limit dari jaminan yang disediakan pemerintah," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini