Kenapa Ada Generasi Sandwich? Berikut 5 Penyebabnya

Safira Fitri, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 320 2254547 kenapa-ada-generasi-sandwich-berikut-5-penyebabnya-jMfx6uprvd.jpg Tips Memutus Generasi Sandwich pada Generasi Selanjutnya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Generasi Sandwich sedang ramai dibahas saat ini. Istilah sandwich digambaran dalam kondisi seseorang berada terhimpit pada generasi atas dan generasi di bawahnya.

Menjadi generasi sandwich bukanlah perkara mudah, sebagian di antaranya justru merasa butuh pertolongan.

Namun demikian, ada cara supaya generasi ini tidak berulang di generasi selanjutnya, Untuk itu, perhatikan lebih dulu apa saja hal yang menyebabkan terbentuknya Generasi Sandwich.

Perencana Keuangan Prita Hapsari Ghozieada mengatakan, dua skenario yang mungkin terjadi pada Generasi Sandwich. Pertama, seseorang memperoleh penghasilan dari pekerjaan atau lainnya, lalu ingin memberikan kepada keluarga besar terutama orang tua sebagai bentuk rasa syukur. Kedua biaya hidup orang tua atau keluarga besar wajib didanai oleh penghasilan orang tersebut.

Baca Juga: Mau Liburan Murah Meriah? Begini Caranya

"Nah, di antara keduanya, sekenario kedua adalah ciri Generasi Sandwich," tulis Instagram @pritaghozie, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Beberapa penyebab terbentuknya Generasi Sandwich, pertama, tidak mempersiapkan masa pensiun dengan baik. Bergantung pada pesangon mungkin tidak cukup.

Perencanaan masa pensiun bukan hanya bicara tentang keuangan saja, tetapi juga persiapan mental, kesehatan, dan spiritual. Istilah post-power Syndrome menjadi salah satu yang menyebutkan bagi para pensiunan yang kurang bijak dalam mengelola uang pesangonnya.

Kedua, gaya hidup yang kurang tertata. Biasanya, semakin bertambah penghasilan, taraf hidup juga dinaikkan. Masalahnya, saat kondisi mencapai titik pensiun, rupanya menurunkan standar dan kebiasaan hidup itu tidak mudah. Sebagai contoh, ada cerita di mana gaji yang dimiliki bukan untuk yang menghasili, melainkan untuk bayar cicilan saudara dekatnya.

Baca Juga: 5 Strategi Atur Keuangan bagi Suami Istri LDR, Jangan Lupakan Nomor 4

Ketiga, kebiasaan mencicil untuk pembelian yang tidak utama. What you can buy is not what you can afford.

Kebiasaan mudah mencicil untuk hal sederhana seperti pembelian tiket liburan, pembelian gadget, bahkan pembelian makanan mungkin mudah terselesaikan saat masih berstatus produktif.

"Namun, saat sudah tidak produktif, kebiasaan mencicil masih berlanjut. Lalu, siapa yang akan terbebani untuk membayarnya? Biasanya si Generasi Sandwich tersebut," tuturnya.

Keempat, lalai mempersiapkan dana kesehatan. Kondisi kesehatan fisik maupun mental bisa naik dan turun dalam kehidupan. Namun, jika ada persiapan dana kesehatan dalam bentuk dana tabungan kesehatan maupun asuransi kesehatan, maka harapannya potensi kerugian dapat dikelola dan diturukan.

Kelima, pengelola aset yang kurang bijak. Bedakan antara megelola keuangan dengan mengelola aset. Biasanya, di masa pensiun, penambahan aset mungkin sulit dilakukan. Jadi, apapun aset yang dimiliki harus dapat dikelola dengan baik.

Hal yang menyedihkan saat menjalani masa pensiun adalah banyak yang mudah tergoda dengan tawaran investasi dengan iming-iming hasil tinggi. Akibatnya, harta yang dimiliki habis karena disetorkan untuk investasi bodong tersebut.

"Di balik itu semua menjadi Generasi Sandwich memang tidak mudah. Namun, jika saat ini telah terpilih untuk menjalaninya, yakin saja bahwa ada pertolongan yang datang dan tempat yang tak terduga," tandasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini